Beralih ke BUMD, Dirut BPR Jam Gadang: Terimakasih Walikota

oleh -231 views

Bukittinggi.Dekadepos.com.          

Jajaran Manajemen BPR Jam Gadang Bukittinggi sangat berterima kasih kepada Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias  yang telah mengambil alih BPR Jam Gadang menjadi BUMD, sehingga  BPR Jam Gadang selamat dan tidak terdampak betul oleh mewabahnya Covid-19.          

Hal itu diungkapkan Direktur Utama BPR Jam Gadang Feri Irawan kepada Dekadepos. Dikatakan, dengan diambil alihnya BPR Jam gadang oleh pemerintah kota Bukittinggi menjadi BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), ada beberapa point yang menyelamatkan BPR Jam Gadang dari ancaman Covid-19, diantaranya Tunjangan ASN yang ditempatkan di BPR Jam Gadang, telah menyelamatkan BPR Jam Gadang dari Likuilitas, karena Likuilitas sebuah Perbankan sangat menentukan keberadaan sebuah Perbankan, kata Feri Irawan.           

Selain itu, dengan adanya ASN yang mengambil kredit ke BPR Jam Gadang, sehingga bunga yang didapatkan juga menyelamatkan biaya operasional  BPR. Untuk itulah kita sangat berterima kasih kepada  Walikota yang telah mengambil alih BPR Jam Gadang menjadi BUMD, sehingga BPR Jam Gadang selamat dan tidak terdampak betul oleh mewabahnya Covid-19 ini.

“Kita tidak dapat membayangkan, apabila Pemko Bukittinggi tidak cepat mengambil alih BPR Jam Gadang ini menjadi BUMD, entah apa Yang terjadi terhadap BPR Jam Gadang ini disaat Wabah Covid-19 ini memporak porandakan ekonomi masyarakat kita” ungkap Feri Irawan sembari menyebutkan adanya beberapa BPR di Sumatera Barat yang terkena dampak Covid-19.          

Kemudian terkait dengan dampak Covid-19 yang dirasakan masyarakat, menurut Feri Irawan lagi, khusus untuk para nasabah umum BPR Jam gadang, seperti Pedagang, Jasa, Transportasi, Produksi Konveksi dan yang lainnya, telah diberikan kebijaksanaan atau keringan sesuai arahan OJK.

Adapun keringan yang diberikan BPR Jam gadang kepada para Nasabah dari Umum, keringan ansuran setiap bulannya, seperti Nasabah boleh membayar bunga pinjaman saja atau membayar Pokok pinjaman saja ataupun penangguhan pinjaman pokok dan bunga selama 3 bulan sampai 12 bulan,pungkas Feri Irawan.(Edis)