,

Berebut Saat Dibagikan Masker Gratis

oleh -156 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Meski Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat telah dilakukan sejak 22 April 2020 lalu, namun masih banyak warga di Kabupaten Limapuluh Kota yang tidak menggunakan Masker saat berada diluar rumah. Padahal penggunaan Masker dinilai salah satu langkah dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang telah banyak menelan korban nyawa di berbagai Negara itu.

Salah satunya di Kawasan Pasar Muaro Paiti Kecamatan Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota. Puluhan warga, baik pengendara roda dua maupun pejalan kaki terlihat keluar rumah tanpa menggunakan masker. Berbeda dengan Kabupaten Limapuluh Kota, di Kota tetangga, Payakumbuh, kesadaran warga untuk menggunakan masker di tempat-tempat umum dan keramaian terbilang tinggi, baik orang dewasa maupun anak-anak. Apalagi sejak jumlah kasus warga yang positif Covid-19 bertambah menjadi lima orang.

Meski masih banyak warga yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah, namun keinginan mereka untuk melindungi diri masih ada. Hal tersebut terlihat saat anggota DPR-RI Mulyadi melalui Anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat, Darman Sahladu membagikan ratusan masker kepada warga yang berada di Pasar Tradisional itu. Menurut Darman Sahladi ratusan masker yang dibagikan untuk membantu Pemerintah dalam memerangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“ Iya, selain membatu ratusan paket Alat Pelindung DIri (APD) bagi Puskesmas yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, kita juga menyalurkan ratusan Masker untuk warga yang ada di Pasar Muaro Peti, mudah-mudahan ini bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Limapuluh Kota, Sebut Darman Sahladi diamini Syamsu Wirman, Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu 2 Mei 2020.

Ratusan masker tersebut dibagikan Darman Sahladi bersma Tim Mulyadi Kamis lalu. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menyayangkan lambannya pendataan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, sehingga sampai saat ini belum adanya bantuan yang turun, khsusnya bagi warga yang terdampak Covid-19.

“ Kita sayangkan lambanya pendataan yang dilakukan Pemerintah di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, seharusnya data terkait apapun sudah sejak lama ada, kenapa daerah lain bisa cepat.” Ujarnya. (Edw).