Bingung Cari Biaya Obati Tumor, Ibu Ini Masuk Kerumah Warga, Disangka Penculi Anak, Motornya Dibakar Gigi Goyang Dihajar Massa

Peristiwa,dekadepos.com

Rahmawati (44) diamankan oleh pihak kepolisian dari rumah pasangan Mustakim (32) dan Lutfiah warga Dusun Patoman Timur Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari. Rahmawati sempat mengacak-ngacak tiga kamar dan diduga akan mengambil barang berharga milik penghuni rumah.

Bacaan Lainnya

Saat diamankan di kantor desa Patoman, ratusan warga datang lalu membakar motor yang dikendarai Rahmawati karena isu yang beredar, Rahmawati melakukan penculikan kepada anak kecil.

Ketika ditemui di Mapolsek Rogojampi Rabu (31/10/2018). Rahmawati hanya bisa menundukkan kepala, sambil terisak ibu dua anak tersebut mengaku sama sekali tidak berniat untuk menculik anak.

“Saya bukan penculik anak. Tidak mungkin saya melakukan itu. Saya juga punya anak,” kata perempuan yang mengaku berasal dari Jember tersebut.

Dia mengaku mengendarai motor dari kontrakannya di Kelurahan Singotrunan menuju Rogojampi karena bingung butuh uang untuk menutupi utang dan membiayai operasi tumor jinak di paha sebelah kirinya.

“Saya bersumpah belum sempat mengambil apa-apa. Saya akui saya masuk ke kamar tapi enggak mengambil apa-apa. Baru pertama saya seperti ini karena gelap mata. Saya butuh uang,” katanya dengan suara pelan seperti yang dilansir Kompas.com.

Dia juga menyibakkan celana panjang sebelah kanannya dan menunjukkan benjolan-benjolan kecil di paha kanannya. “Saya katanya kena tumor ringan dan harus dioperasi. Ini benjolannya. Yang kecil sering pindah-pindah. Kalau kumat nyeri dan sakit sekali,” kata Rahmawati.

Dia mengaku membutuhkan uang sebesar Rp 3 juta untuk operasi di Yogyakarta. Namun, karena tidak ingin membebani anak pertamanya, ia nekat masuk ke rumah warga di Desa Patamon. “Anak saya dua. Yang satu sudah kerja usianya 23 tahun. Yang satu lagi umur 15 tahun tapi enggak sekolah karena enggak ada biaya,” katanya.

Dia bercerai dengan ayah kandung dari kedua anaknya. Lalu dia mengaku menikah lagi dan suaminya sudah meninggal dunia. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Rahmawati mengaku berjualan makanan namun sudah berhenti karena sakit.

“Saya tidak mau membebani anak-anak saya karena penyakit ini. Saya menyesal. Saya sudah buat malu anak-anak saya,” katanya.

Rahmawati juga mengaku takut saat melihat ratusan massa mengepung dirinya saat diamankan di kantor kepala desa Patoman.”Saya sempat dipukuli, ini gigi saya goyang dan jempol kaki saya luka. Untung tadi dilindungi sama pak polisi terus dibawa kesini,” jelasnya.

Source: kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *