BPBD Limapuluh Kota Dapat Bantuan Alat Warning System Gempa

oleh -129 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Sebagai salah satu daerah rawan bencana, Kabupaten Limapuluh Kota mendapat bantuan alat informasi atau warning system gempa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

 

Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Joni Amir, alat penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami atau Warning Receiver System (WRS) tersebut, sudah terpasang di kantor BPBD Limapuluh Kota.

 

Diakui Joni Amir, pungsi alat Warning Receiver System ini adalah menginformasikan secara real time terhadap kondisi gempa yang terjadi di tanah air.

 

“ Dari alat alat Warning Receiver System ini, dengan cepat kita dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempa bumi ke stakeholder di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota termasuk menginformasikan kepada media seputar data-data gempa itu terjadi,” ungkap Joni Amir.

 

Diinfomasikan Joni Amir, dengan adanya alat Warning Receiver System ini, tentunya sangat membantu pihak BPBD Limapuluh Kota untuk percepatan penyebarluasan informasi gempa bumi kepada masyarakat. Sehingga, mempercepat respon dalam penanganan bencana dan memberikan manfaat dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana.

 

“Alat Warning Receiver System ini sangat canggih. Setiap detik memberikan informasi dengan jelas terkait kasus kebencanaan gempa bumi yang terjadi di tanah air,” ujar Joni Amir.

 

Menurut Joni Amir, jika bencana gempa terjadi di kawasan Propinsi Sumatera Barat, alat Warning Receiver System ini dengan cepat memberikan informasikan dengan detail dimana wilayah atau pusat gempa terjadi, termasuk kekuatan dan kedalaman pusat gempa.

 

“Jika Kabupaten Limapuluh Kota dilanda bencana gempa bumi, akan mudah diinformasikan kepada masyarakat termasuk kepada media tentang data-data terkait dengan peristiwa gempa bumi tersebut. Artinya, pihak BPBD Limapuluh Kota tidak perlu lagi menunggu informasi dari BNKG Padang Padang, untuk merelis  informasi atau warning system gempa bumi yang terjadi di daerah ini,” pungkas Joni Amir. (edw)