BRI Cabang Solok MoU Dengan Pihak Koperasi Kopi Solok Radjo

oleh -115 views

Solok, dekadepos.com

BRi Cabang Solok,  hari Kamis (20/2), menggelar MoU atau penandatangan nota kesepahaman dengan Koperasi Serba Usaha “Solok Radjo”,  bertempat di Ruang Solok Nan Indah.

Tampak hadir pada acara tersebut,  Bupati Solok, yang diwakili oleh Asisten Koor Bid Administrasi, Sony Sondra, SE. M.Si, Kadis Pertanian Kabupaten Solok Si Is, SP, Pimpinan BRI Cabang Solok, Gokma Dame Hutagaol, Ketua Koperasi Serba Usaha “Solok Radjo”, Alfadriansyah dan lainnya. 

Dalam laporannya,  Kadis Pertanian Kabupaten Solok,  Si Is,  SP,  menyebutkan bahwa pada ahun 2020 ini,  Kementan RI,  sangat ingin meningkatkan eksport pertanian 3 kali lipat dari tahun sebelumnya, maka demikian semua sektor pertanian dilakukan percepatan pertumbuhannya.

“Dengan adanya peningkatan sektor pertanian ini, maka kita harapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian daerah dan masyarakat,” sebut Si Is,  SP.

Pada tahun 2019, di Kabupaten Solok lahan tanaman kopi arabika seluas 1.797,5 Ha dengan produksi biji kering sebanyak 888,8 Ton pertahun dengan jumlah petani sebanyak 3.234 KK. 

Sedangkan untuk kopi robusta memiliki lahan seluas 6.536,5 Ha dengan produksi biji kering sebanyak 1.584 Ton dengan petani sebanyak 7.169 KK.  

“Kita neminta agar seluruh komponen dan elemen kepengurusan koperasi Solok Radjo benar-benar memperhatikan kinerja anggota. Kita juga mengharapkan dengan proses pertumbuhan yang baik akan menghasilkan produksi yang baik dan maksimal,” sebut Si Is,  SP. 

Ketua Koperasi Serba Usaha “Solok Radjo”,  Alfadriansyah dalam laporannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak BRI yang telah bersedia melakukan program MoU dengan koperasi Solok Radjo ini.

“Kita terus melaksanakan perluasan lahan tanaman kopi, serta meningkatkan bibit untuk terus dikembangkan,” sebut Alfadriansyah.

Pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah dan pihak terkait yang memfokuskan pelayanan KUR kepada para pelaku UMKM.

“Untuk mengembangkan usaha kopi ini, banyak hal yang harus terus kita perbaiki, baik dari SDA maupun SDMnya sendiri. Kami pengurus koperasi juga berharap kepada BRI agar selalu memberikan kemudahan dalam proses pengurusan pinjaman KUR selagi itu digunakan untuk peningkatan usaha,” Sebut Alfadriansyah

Pihaknya berharap kepada seluruh unsur terkait agar selalu memberikan dukungan kepada koperasi serba usaha Solok Radjo serta berharap juga produksi kopi di akhir tahun ini dapat mencapai e kali lipat dari biasanya

Pimpinan BRI Cabang Solok, Gokma Dame Hutagaol, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Kabupaten Solok ada lebih kurang 100 UMKM yang selalu kami berikan pelatihan di berbagai bidang. “Kami akan selalu berupaya memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Solok.  Pemasaran segala produksi usaha hendaknya dapat dilakukan dengan berbagai cara serta kreativitas, sehingga dapat meningkatkan peminat untuk UMKM yang ada di Kabupaten Solok,” sebut,  Gokma Dame Hutagaol.

Pihaknya menangkap ada potensi UMKM yang dapat kita kembangkan dan tingkatkan, maka dari itu pihaknya berharap segala potensi yang ada dapat digarap dan di olah dengan baik.

“Kita juga akan berusaha memenuhi segala kebutuhan koperasi Solok Radjo ini, semisal kemudahan dalam pengadaan pupuk untuk dapat terus mengembangkan produksi kopi dan berpesan kepada mitra kerja agar dana / KUR yang diberikan dapat digunakan untuk pemupukan Kopi Solok Radjo dan bukan untuk keperluan lainnya,” terang Gokma Dame Hutagaol.

 Launching cluster usaha UMKM di Kabupaten Solok ini merupakan yang pertama di Sumbar.

Bupati Solok, yang diwakili oleh Asisten Koor Bid Administrasi, Sony Sondra, SE,  dalam arahanbya, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan BRI yang telah bersedia menjembatani kerjasama ini sejak tahun 2019.

“Kabupaten Solok ini merupakan salah satu central perkebunan yang memasok produk perkebunan ke daerah lain diantaranya adalah kopi. UMKM ini merupakan salah satu bentuk usaha yang membantu pemerintah dalam mewujudkan 4 pilar pembangunan dalam bidang ekonomi kerakyatan,” sebut, Asisten Koor Bid Administrasi, Sony Sondra.

Pihaknya berharap kopi Solok Radjo ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luar agar meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap Kopi Solok Radjo

Diharapkan kopi solok radjo ini dapat menjadi komodity unggulan Kabupaten Solok yang mendunia.

“Kita akan memberikan perhatian juga kepada pelaku usaha perkebunan, khususnya di bidang kopi ini. Saya sangat mengapresiasi hasil produksi, yang 85% diantaranya dipasarkan keluar negeri atau ekspor dan sisanya untuk memenuhi kebutuhan lokal,” terang Sonny Sondra. 

Bupati berpesan kepada BRI agar selalu memberikan kebutuhan kemudahan bagi para pelaku UMKM yang ada selagi disesuaikan dengan syarat yang ada, serta berharap agar kelompok tani yang ada di Kabupaten Solok dapat memanfaatkan fasilitas KUR tersebut sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Hal ini menurutnya,  mengacu kepada peraturan menteri koordinatorbidang perekonomian No. 8 tahun 2019 tanggal 27 Desember 2019 tentang pedoman pelaksanaan kredit usaha rakyat (KUR). 

Untuk tahun 2020 khusus Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian mengalokasikan penyaluran KUR untuk Provinsi Sumbar sebesar Rp. 346.290.000.000 (Jarbat)