Budidaya Ternak Puyuh Rumahan

oleh -1.966 views
Burung Puyuh. (foto:ist/net)

Artikel Ini Ditulis Oleh: Syachilla Trifa Aulia (Mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor)

Sistem ternak burung puyuh tidak serumit hewan lain, bisa dikerjakan dalam skala rumahan, ongkos modal dan operasional bisa dikatakan lebih sedikit, namun mampu menghasilkan uang yang sama, bahkan lebih tinggi. Tergantung bagaimana cara manajemennya.

Keuntungan dari ternak burung puyuh bisa dikonsumsi dari segi daging maupun telurnya, sehingga kita tidak khawatir ketika burung puyuh itu sudah melewati masa puncak produksi telurnya. Biasanya sebelum burung puyuh ini melewati masa produktif, para peternak sudah menyiapkan bibit-bibit burung puyuh petelur baru, untuk meregenerasi dari burung puyuh yang sudah tidak produktif.

Ternak burung puyuh petelur dapat dijadikan bisnis atau usaha sampingan di rumah, telurnya sangat baik untuk kesehatan, seperti meredakan alergi, untuk kesehatan mata, meningkatkan metabolisme, hingga mendetoksifikasi tubuh.

Tidak semua spesies burung puyuh yang berada di seluruh dunia, khususnya indonesia, dimanfaatkan untuk dikonsumsi daging dan telurnya.

Jenis burung puyuh yang sering di budidayakan oleh peternak, yaitu:

Coturnix coturnix japanica (Puyuh jepang)

Jenis burung puyuh ini yang paling sering di budidayakan sebagai puyuh petelur dan mampu menghasilkan telur sebanyak 250-300 butir per ekor untuk setiap tahunnya.

Suaranya seperti kastanet yang keras dan berbunyi ‘pick per awick’ atau ‘koturio neex’.

Burung puyuh ini dapat dijumpai di hutan blantara. Ciri-ciri dari cotunix dapat dilihat dari bulu yang berwarna cokelat muda pada bagian atas kerongkongan dan dada yang merata.

Pemberian Pakan

Burung puyuh yang dibudidayakan untuk dikonsumsi dagingnya, hendaknya diberi makan teratur dengan pakan yang kaya akan nutrisi, ransum untuk burung puyuh cukup mudah ditemukan di pasaran.

Pakan burung puyuh berupa tepung, remah-remah, pallet. Pakan tepung ini diberikan untuk burung puyuh yang masih berumur dibawah 3 minggu. Untuk burung puyuh dewasa, diberi ransum berbentuk crumble.

Menyiapkan kandang

Kandang burung puyuh ini memiliki 2 jenis yaitu kandang susun dari kandang tangga, sedangkan untuk bahan baku sendiri kandang puyuh petelur bisa dari kayu, bambu dan besi atau kombinasi dari ketiga bahan tersebut dan untuk kandang burung puyuh ini pasti  memiliki kelebihan dan kekurangannya.

1. Kandang Susun

  • Kandang susun dengan tempat minum manual mempunyai kelebihan:

1). Karena kandang susun untuk burung puyuh ini memiliki tempat minum manual yang memberikan kecukupan air pada burung puyuh sehingga bisa memaksimalkan produksi telur.

2). Kematian pada puyuh bisa ditekan sebab puyuh yang sakit biasanya bisa cepat diobati dengan galon dibawah.

  • Kandang susun dengan tempat minum manual mempunyai kekurangan:

1). Membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk mengganti air di dalam galon tempat minum manual.

2). Kotoran burung puyuh ini cenderung basah dan bau.

2. Jenis Kandang Puyuh Tangga

Untuk kandang tangga dan kandang burung puyuh susun juga ada kekurangan dan kelebihannya:

  • Kelebihan kandang burung puyuh tangga dibandingkan kandang puyuh susun
  • Sirkulasi udara lebih bagus
  • Amoniak lebih rendah
  • Produksi puyuh lebih bagus karena cahaya lebih merata
  • Kekurangan  kandang puyuh tangga dibandingkan kadang susun
  • Lahan yang diperlukan lebih luas
  • Biaya investasi lebih banyak
  • Isi dari rumah kandang lebih sedikit

Pencegahan Penyakit

Untuk mengantisipasi, mintalah dinas kesehatan atau dokter hewan memberikan vaksinasi agar terhindar dari berbagai penyakit.

Langkah antisipati lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan menjauhkan unggas yang sakit dari yang masih sehat.

Jenis-jenis yang sering terjangkit pada ternak burung puyuh:

  1. Cacar Unggas (Fowl pox)

Penyebab: poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua unur dan jenis kelamin.

Gejala: Timbulnya Keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan mengeluarkan darah.

Pengendalian:  Dengan cara Vaksin dipteria dan puyuh yang terinfeksi

  • Berak Putih (pullorum)

Penyebab: Kuman salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.

Gejala: Kotoran burung puyuh berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.

Pengendalian: Sama dengan pengendalian tetelo.

Proses Panen

Nah pada proses panen ternak burung puyuh dengan tujuan utamanya adalah budidaya burung puyuh petelur, anda bisa melakukan proses panen telur dengan setiap harinya loh teman-teman, dan ini bisa berlangsung selama masa produksi ternak burung puyuh sedang berlangsung.

Tetapi, jika tujuan utama Anda adalah pembibitan telur puyuh yang ditetaskan, maka anda bisa melalukan panen telur berkualitas pada saat menetas.

Namun, kamu juga bisa melakukan proses panen telur setiap harinya selama masih masa produksi dan sekaligus panen untuk tujuan produksi daging burung puyuh.

Nah teman-teman dengan adanya kita bertenak burung puyuh maka pendapatan penghasilan kita itu bisa bertambah loh, di mulai dengan pemeliharaan burung puyuh ini sangat mudah tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar, dan ternak burung puyuh ini juga tidak membutuhkan tempat yang besar dan ternak burung puyuh ini sangat cepat dalam berkembang biaknya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.