Buk Guru di 50 Kota, Negatif Corona

oleh -1.573 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Simpang siur terkait meninggalnya seorang Guru di Kabupaten Limapuluh Kota pasca menjalani perawatan di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 atau Corona akhirnya terjawab. Warga di Kecamatan Lareh Sago Halaban berusia 57 itu diketahui Negatif Corona, sehingga warga di Luak Limapuluh (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.red) tidak perlu panik dan cemas dengan kondisi itu.

Hal tersebut diketahui setelah keluarnya hasil pemeriksaan dan swab terhadap hidung dan tenggorokan yang dilakukan Rumah Sakit Achmad Mukhtar Kota Bukitinggi yang merupakan salah satu rumah sakit rujukam Penanganan Covid-19. Hasil pemeriksaan Negatif Coronavirus Disease (COVID-19.red) diketahui pada tanggal 20 April 2020.

Kabar baik tersebut diungkapkan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang juga Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di daerah itu, Selasa 21 April 2020 di Kantor Bupati Limapuluh Kota kawasan Bukik Limau Kecamatan Harau.

” Iya, Alhamdulillah hasil pemeriksaan terhadap salah seorang warga kita yang meninggal beberapa waktu lalu, Negatif. Hal ini tentu kita harapkan bisa merubah image yang terjadi selama ini bahwa jika ada warga yang meninggal dan dimakamkan secara protap Covid-19, adalah mereka yang positif Corona/Covid-19.” Sebutnya didampingi kepala Bagian Humas dan Protokoler, Hendra kepada sejumlah wartawan.

Wakil Bupati juga menambahkan, selain hasil negatif terhadap warga yang berprofesi sebagai guru itu, hasil positif juga telah dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Achmad Mukhtar Kota Bukitinggi terhadap Faisal, yang merupakan anak dari kakak Almarhumah.

” Ada dua hasil labor yang negatif dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pertama terhadap Buk guru Ismaneti, serta Faisal yang mendampingi menjalani perawatan di rumah sakit kebanggan warga Kota Bukittinggi itu.” Ucapnya.

Ferizal Ridwan juga mengaku lega dengan telah keluarnya hasil pemeriksaan itu.

Sementara, pihak keluarga yang diwakili Yoserizal dt. Banso dan Rayfinal, kepada wartawan menyebutkan bahwa keluarga mereka menyambut baik hasil labor yang telah keluar, sehingga Simpang siur informasi yang ada dimasyarakat selama ini bisa terang benderang.

” Mewakili pihak keluarga, kami berterima kasih dan lega dengan hasil pemeriksaan yang telah keluar. Semoga informasi ini bisa memperjelas informasi yang beredar, sehingga tidak ada lagi informasi yang tidak jelas dan meresahkan.” Ucapnya.

BACA JUGA 
Oknum Guru Ditangkap di Posko Covid 50 Kota

Sebelumnya, terkait meninggalnya Buk Guru Ismaneti setelah menjalani perawatan di Kota Bukitinggi karena Diabetes, bermacam asumsi beredar ditengah masyarakat, apalagi jenazah yang dimakamkan di pemakaman keluarga dibelakang rumah itu dimakamkan secara/sesuai protap Covid-19. Bahkan untuk memastikan hal tersebut, pemakaman jasad Ismaneti sempat diundur. (Edw).