Buku Tan Malaka Jadi Barang Bukti Penangkapan Mahasiswa di Banten

oleh

Nasional, dekadepos.com

Salah Satu Mahasiswa bernisial OA diamankan saat unjukrasa tolak Omnibus Law di depan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, pada Selasa 6 Oktober 2020.
Buku Tan Malaka yang berjudul “Menuju Merdeka 100 Persen” menjadi barang bukti penagkapan.

Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Banten, AKBP Dedi Supriadi mengatakan bahwa mahasiswa berinisial OA dikenakan pasal 212 KUHP.

“Buku (Tan Malaka) kita dapatkan saat kita melakukan penggeledahan tersangka OA. Kita kembangkan, yang bersangkutan kita kenakan pasal 212, menyembunyikan buku itu, salah satu objek penelitian,” kata Dedi Supriadi, di Mapolda Banten saat Konferensi Pers, Kamis 8 Oktober 2020, seperti dikutip dari Suara.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, mahasiswa yang membawa buku Tan Malaka tersebut diancam kurungan 1 tahun 4 bulan.

“OA dikenakan Pasal 212 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara selama 1,4 tahun,” kata Edy Sumardi.

Adapun bunyi dari pasal tersebut menyebutkan bahwa, “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan kepada seseorang pegawai negeri yang melakukan pekerjaannya yang sah, atau melawan kepada orang yang waktu membantu pegawai negeri itu karena kewajibannya menurut undang-undang atau karena permintaan pegawai negeri itu, dihukum karena perlawanan, dengan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,00,”.

Edy Sumardi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sebanyak 14 orang dan ditetapkan sebagai tersangka. 8 diantaranya adalah mahasiswa, 4 diantaranya merupakan pelajar SMA, dan 2 lainnya adalah pedagang.

Perlu diketahui, Tan Malaka adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang memiliki cara pemikiran yang berbeda. Tan Malaka juga tercatat sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.

Buku Tan Malaka yang berjudul “Menuju Merdeka 100 Persen”, salah satu isinya menyenbutkan bahwa sebuah negara harus mandiri menguasai kekayaan alamnya dan mengelola negerinya tanpa ada intervensi asing.(*)

Sumber: pikiran rakyat