Bunga Bangkai Muncul Di Pekarangan Rumah Warga Lubuak Batingkok

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Bunga bangkai muncul di Pekarangan Rumah Warga Lubuak Batingkok pada awal pekan lalu, bunga yang terbilang langka itu langsung menjadi perhatian warga di Jorong Koto Tangah Kenagarian Lubuak Batingkok Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota dan warga dari berbagai Nagari lainnya. Mengantisipasi rusaknya bunga yang saat ini mencapai tinggi sekitar 50 Centimeter tersebut, pemilik Rumah bernama Era Gusni (45) memasang jaring disekitar bunga berwarna ungu tua itu.

Menurut Era, bunga Bangkai itu secara tidak sengaja ditemukan oleh anak perempuannya bernama Aisyah yang hendak membersihkan halaman rumah bagian samping. Karena merasa janggal dengan bentuk bunga yang awalnya menyerupai es krim itu, Aisyah melaporkan penemuan bunga itu kepada orangtuanya.

Sama seperti sang putri, Era Gusni awalnya juga tidak mengetahui bahwa itu adalah bunga bangkai, wanita yang membuka usaha Laundry itu menduga itu adalah tanaman jenis Porang.

” Iya, semula anak saya hendak membersihkan rumput di halaman rumah, namun ia terkejut saat melihat bunga yang menyerupai es krim. Ia selanjutnya melaporkan penemuan bunga itu kepada saya, saya semula menduga bunga tersebut adalah tanaman jenis Porang, namun belakangan saya ketahui itu adalah bunga bangkai,” jelas Era Gusni, Kamis siang 1 Februari 2024.

Ibu dua anak itu juga menambahkan, adanya berita penemuan bunga bangkai itu dengan cepat menyebar ke masyarakat, sehingga dengan cepat banyak masyarakat berdatangan untuk melihat dari dekat bunga yang terbilang langka itu. Bahkan untuk antisipasi bunga rusak, Era memasang jaring pengaman.

” Penemuan bunga bangkai yang terbilang langka itu dengan cepat menyebar ke tengah-tengah masyarakat, sehingga mereka berdatangan untuk melihat dari dekat. Untuk antisipasi kerusakan, terpaksa diberi jaring pengaman,” jelasnya.

Sementara dari pantauan di lokasi penemuan bunga itu, puluhan masyarakat dari berbagai tempat berdatangan untuk melihat dari dekat bunga bangkai tersebut. Bunga tersebut juga mulai mengeluarkan bau tak sedap (bangkai) sehingga masyarakat yang datang terpaksa menutup hidung. Selain itu, lalat juga terlihat beterbangan di bagian atas bunga bangkai. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *