Bupati 50 Kota Undang Sillaturahmi Keluarga Pelaku Sejarah PDRI

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin menggelar sillaturahmi dengan mengundang sejumlah pelaku dan saksi sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), kegiatan tersebut digelar dirumah Dinas Bupati di Labuah Basilang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh, Rabu pagi 20 Desember 2023.

Selain dihadiri pelaku dan saksi sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), juga ikut hadir Plt. Sekdakab, Herman Azmar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Jonir Amir serta sejumlah Kepada OPD dan sejumlah wartawan Luhak Limopuluah.

Joni Amir dalam sambutannya mengatakan rangkaian peringatan Hari Bela Negara ke-75 (HBN) di Kabupaten Limapuluh Kota berjalan dengan baik, peringatan tersebut juga dihadiri keluarga besar yang aktif dalam peristiwa PDRI. Untuk itu, saat ini Pemerintah Daerah sengaja mengundang mereka untuk bersilaturahmi di Rumah Dinas Bupati.

” Alhamdulillah peringatan Hari Bela Negara ke-75 (HBN) di Kabupaten Limapuluh Kota berjalan dengan baik, peringatan tersebut juga dihadiri keluarga besar yang aktif dalam peristiwa PDRI. Hari ini kita undang mereka untuk bersilaturahmi untuk mendengarkan cerita nya,” ucap Joni Amir.

Denfan cerita yang disampaikan nantinya diharapkan, keberadaan PDRI bisa lebih diketahui masyarakat dan Pemerintah, sehingga kedepannya bisa jadi titik tolak peringatan HBN berikutnya dan lebih diperhatikan Pemerintah.

” Semoga kedepannya peringatan HBN lebih diperhatikan Pemerintah.” Tutupnya.

Sementara Bupati Limapuluh Kota, Safarudin mengatakan bahwa keluarga yang diundang sillaturahmi saat ini untuk menceritakan kisah dalam merawat dan menjaga sander atau komunikasi yang digunakan untuk menyiarkan keberadaan PDRI ke berbagai dunia.

” Keluarga yang kita undang hari ini untuk silaturahmi adalah keluarga atau keturunan Raden Rohim yang merupakan saksi/pelaku sejarah yang ikut memperbaiki atau merawat sander/alat komunikasi untuk menyiarkan keberadaan PDRI ke berbagai dunia,” ucapnya.

Bupati juga menyebutkan, cerita keluarga Raden Rahim yang kita undang hari ini baru diketahui saat peringatan HBN di Koto Tinggi pada Selasa 19 Desember 2023 kemarin.

” Kita baru ketahui cerita tentang keluarga ini kemarin (Selasa.red) saat peringatan HBN di Koto Tinggi, sehingg kita undang untuk bercerita agar diketahui banyak pihak,” tambahnya.

Sementara terkait kelanjutan pembangunan Monumen PDRI di Koto Tinggi, mantan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu menyebutkan bahwa ia telah beberapa kali menerima Menkopolhukam, Mahfud MD, namun pembangunan belum bisa terlaksana karena persoalan anggaran.

” Saya sudah empat kali menemui Pak Menkopolhukam, Mahfud MD, namun pembangunan belum bisa terlaksana karena persoalan anggaran, termasuk INPRESnya. Intinya Presiden Jokowi tetap mendukung untuk dilanjutkan,” tukukya.

Sementara Raden Partomo, anak tertua Raden Rahim menceritakan bahwa mendiang ayahnya dahulu bekerja di kapal laut sebagai mualim, karena terbakar sang ayah berobat ke berbagai tempat, karena tak kunjung sembuh ia memilih pulang ke Aia Angek Kabupaten Limapuluh Kota.

Semula sang ayah yang memiliki 6 orang anak itu, bekerja sebagai petani di ladang mertuanya. Keterlibatan ayahnya dalam PDRI diketahui saat Sander yang sempat berpindah-pindah keberbagai daerah di Sumatera Barat itu mengalami kerusakan akibat terjatuh di sungai di kawasan Mudiak Dadok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Limapuluh Kota.

” Orang tua kami sebelumnya bekerja di kapal dan bepergian ke sejumlah daerah, diantaranya ke Singapura. Belakangan terjadi kebakaran dan mengalami cacat. Belakangan orang tua kami pulang kampung dan berobat. Beliau juga sempat memperbaiki sander yang merupakan alat komunikasi,” ucapnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Izar, yang merupakan keluarga istri dari mendiang Raden Rahim. Sander tersebut tidak serta langsung diperbaiki oleh Raden Rahim setelah mengalami rusak karena jatuh.

Alat komunikasi itu diperbaiki setelah sempat dicari orang yang mampu memperbaiki, hingga diketahui Raden Rahim yang pernah bekerja di kapal.

” Semula sempat dicari-cari orang yang mampu/bisa memperbaiki sander yang rusak karena terjatuh itu, hingga diketahui Raden Rahim bisa melakukannya.” Ujarnya singkat.

Raden Rahim yang berasal dari Bengkulu itu diketahui berasal atau latar belakang keluarganya dari Yogyakarta. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *