Bupati Safaruddin Beberkan Potensi Sektor Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota Kepada Menteri KKP-RI

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Meskipun belum genap dua bulan menjabat Bupati Limapuluh Kota, ternyata kegigihan Safaruddin Dt. Bandaro Rajo untuk terus berjuang mendapatkan dukungan anggaran pembangunan dari Pemerintah Pusat terus dilakukannya.  

Buktinya, dalam kesempatan bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI (KKP-RI), Sakti Wahyu Trenggono, Bupati Safaruddin berkesempatan memaparkan potensi perikanan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan sekaligus ‘nyinyir’ kepada Menteri untuk diberikan alokasi anggaran pembangunan sektor perikanan yang punya potensi besar di Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Kabupaten Limapuluh Kota punya sumber air dan sungai  yang dapat dikembangkan menjadi sumber kehidupan masyarakat dengan budidaya perikanan. Potensi sumber daya perikanan yang dimiliki di daerah Kabupaten Limapuluh Kota seluas 18.954,17 Ha, terdiri dari Perikanan Budidaya seluas 15.164,92 Ha dan Perairan Umum Daratan (sungai, waduk dan genangan lainnya) seluas 3.789,25 Ha,” papar Bupati Safaruddin kepada Kata Bupati dihadapan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dan Dirjen Budidaya Slamet Subiakto, di Hotel Pullman Bandung Selasa (6/04/2021).

Upaya melobi Menteri Perikanan dan Kelautan yang dilakukan Bupati Safaruddin, sepertinya bakal membuahkan hasil. Buktinya, usai pertemuan dengan Menteri KKP-RI, Bupati Safaruddin melanjutkan pertemuan dengan Menteri Perikanan dan Kelautan dan Dirjen Budidaya, Kepala Riset SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk penandatangan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU).

Diakui Bupati Safaruddin, penandatangan MoU itu, merupakan tindak lanjut keseriusan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perikanan. Juga, merealisasikan program pemerintah daerah dalam pemanfaatan potensi sektoral.

“Dalam MoU tersebut ada poin terkait sinergitas program KKP dengan Kabupaten Limapuluh Kota. Selanjutnya menghadirkan Balai Riset Perikanan dan Sumber Daya Manusia di Limapuluh Kota yang akan menjadi balai riset Indonesia bagian barat di pulau Sumatera,” terang Bupati Safaruddin. 

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota, Ir. Sepdi Pindayeri mengatakan pertemuan dengan Menteri KKP tersebut, tidak semua kabupaten/kota yang diundang.

“Pada perjanjian kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemkab Limapuluh Kota, ada kesepakatan bahwa pihak KKP akan mendatangkan ahli untuk pendataan potensi perikanan yang ada di sungai dan ikan yang dibudidayakan. Selanjutnya Politeknik perikanan yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh KKP, juga menjadi poin khusus dalam perjanjian kerjasama tersebut,” ungkap Ir. Sepdi Pindayeri.  

Diakui Ir. Sepdi Pindayeri, khusus untuk Politeknik Perikanan, KKP membuka peluang satu kelas khusus bagi mahasiswa asal Limapuluh Kota. Bisa saja kelas tersebut ada di daerah kita, atau kita mengirim mahasiswa ke Pariaman. Seluruh biaya ditanggung KKP,” pungkas Ir. Sepdi Pindayeri. (ds)