Calo Bergentayangan, Pedagang Di Bukitinggi Resah

oleh -840 views
Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Bukitinggi Muhammad Idris didampingi Kabid Pasar, Herman.


Bukittinggi.Dekadepos.com

Ditengah tengah pembangunan kembali Pasa Ateh, Para pedagang dikagetkan dan diresahkan dengan mulai bergentayangannya para calo atau Makelar Toko yang menawarkan petak toko Pasa Ateh yang dibangun itu kepada para pedagang Kota Bukittinggi dengan harga Rp. 450 juta perpetak, dengan hanya membayar DP sebesar 30 porsen atau Rp. 150 juta yang disetorkan kepada sang Makelar, maka pedagang sudah tercatat sebagai pembeli toko di Pasa Ateh.

Gentayangannya para calo atau makelar toko di Bukittinggi, terungkap ketika beberapa Pedagang dari Pasar Simpang Aua (Aua Kuning), mendatangi Herma, Kepala Bidang Pasar, antor Dinas Koperasi,UMKM dan Perdagangan Kota Bukitingggi untuk menanyakan perihal kedatangan seseorang yang boleh dikatakan makelar toko menemui para pedagang Simpang Aua untuk menawarkan Toko Pasa Ateh yang tengah dibangun dengan harga Rp.450 juta perpetak, dan bagi yang berminat harus membayar DP 30 porsen atau Rp.150 juta kepada seseorang yang datang itu.

” Dengan kedatangan, para pedagang itu untuk menanyakan perihal penawaran mendapatkan toko di Pasa Ateh, tentu membuat kita dari Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan kaget.”Kata Kadis Koperasi,UMKM dan Perdagangan, Muhammad Idris didampingi Kabid Pasar, Herman kepada Dekadepos di Gedung DPRD Bukittinggi, Jumat (21/12).

Muhammad Idris menambahkan, Sebab sampai sekarang ini, aturan untuk pemamfaatan dan pengelolaan Pasa Ateh belum dibuat, namun yang pasti prioritas untuk menempati toko di Pasa Ateh adalah bagi para pedagang lama Pasa Ateh yang jumlahnya 763 orang opedagang.

” Kalau ada orang yang menawarkan toko di Pasa Ateh kepada para pedagang atau kepasa masyarakat, tidak saja di Bukittinggi mungkin juga diluar Kota Bukittinggi, itu bukanlah dari Pemerintah Kota Buikittinggi, tetapi sudah dapat di pastikan calo ataupun Makelar toko. Dan kalau ada masyarakat dan terperdaya oleh Calo itu, maka Pemko Bukittinggi tidak bertanggungjawab.” ujarnya.

“Dengan telah adanya yang dibujuk rayu untuk membeli toko di Pasa Ateh oleh Calo atau makelar yang telah bergentayangan di kota Bukittinggi, masyarakat dan pedagang dihimbau untuk selalu waspada, jika ragu bisa bertanya kepada Pemerintah Kota Bukittinggi. Pemerintah Kota juga tidak menjual toko yang tengah dibangun di Pasa Ateh. Namun Pemko Bukittinggi memberikan prioritas pertama untuk 763 orang pedagang pasa Ateh.” tegas Muhammad Idris. (Edis).