Calon Bupati ‘Gila’ Kemanusian itu Masih Sempat Kirim 2 ODGJ ke RS Jiwa Padang 

oleh -1.536 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

“Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya”. Agaknya, kata bijak ini pas diberikan untuk Ferizal Ridwan, sang calon bupati ‘gila’ kemanusian itu.

Bayangkan, di tengah kesibukannya menhadapi pesta demokrasi pemilihan Bupati-Wakil Bupati Limapuluh Kota yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, putra terbaik Lareh Sago Halaban yang kini maju sebagai calon bupati Limapuluh Kota lewat jalur perseorangan berpasangan dengan Nurkhalis itu, masih sempat mengabdikan diri dengan ihklas mengurus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah menimbulkan masalah sosial dilingkungannya masing-masing.

“Minggu lalu, kita telah mengirim seorang ODGJ bernama Ance Putri Yani (37 tahun) warga  Jorong Sialang Atas, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapukuh Kota untuk menjalani perawatan di RSJ Padang,” sebut Wabup Ferizal Ridwan saat diwawancarai usai mendaftar sebagai calon Bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota beberepa hari lalu.

Menurut Buya Feri, demikian Ferizal Ridwan acap disapa, Ance Putri Yani, sudah lama mengidap gangguan jiwa konon dikabarkan jiwanya terguncang lantaran kecewa karena gagal terpilih sebagai wakil rakyat di salah satu Kabupaten di Propisi Riau. Saat ini kondisi sosialnya sudah membebankan pihak keluarga dan dibutuhkan perhatian untuk merehablitasi kejiwaannya.

“Setelah menjalani perawatan di RSJ Padang dan apabila kondisi kesehatannya memungkinkan, itupun kalau keluarganya mengizinkan, maka untuk menindaklanjuti kesembuhannya Ance Putri Yani, akan kita kirim ke Panti Rehabilitasi di Bengkulu,” ujar Buya Feri.

Beberapa hari setelah mengurus dan mengirim Ance Putri Yani ke RSJ Padang, ujar Wabup Ferizal Ridwan, dia juga telah mengirim seorang pria bernama Danil (26 tahun) warga Jorong Boncah, Kecamatan Harau, untuk menjalani perawatan di RSJ Padang.

“ Berdasarkan laporan masyarakat, kondisi kejiwaan Danil mulai menimbulkan keresahan bagi keluarganya karena sering mengamuk dan merusak rumah orang tuanya. Akibatnya, pria muda itu tangannya terpaksa dirantai,” sebut Buya Feri.

Diakui Wabup Ferizal Ridwan, setelah pihak keluarga berkoordinasi dan atas persetujuan Mamaknya, Nasrul Rasyid, akhirnya Danil kita kirim ke RSJ Padang untuk menjalani perawatan.

Wabup Ferizal Ridwan mengakui bahwa, saat ini ODGJ di Kabupaten Limapuluh Kota jumlahnya cukup banyak dan membutuhkan perhatian serius dari Pemkab Limapiluh Kota.

“ Keberadaan ODGJ tersebut selain mulai menimbulkan keresahan bagi keluarga dan lingkungan masyarakat,  juga menimbulkan keluhan bagi keluarga karena kesulitan untuk mengurus dan membiaya pengobatan mereka. Kebanyak para ODGJ tersebut lahir dari keluarga kurang mampu,” ujar Wabup Ferizal Ridwan.

Dipenghujung wawancara Ferizal Ridwan menyebut, jika masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota memberinya amanah dan terpilih menjadi Bupati dia bertekad akan memujudkan berdirinya kembali Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati untuk merehabilitasi ODGJ, orang terlantar  dan orang jompo.

Baca juga: https://www.dekadepos.com/kegilaan-wabup-ferizal-ridwan-urus-orang-orang-gila-semakin-menggila/

“ Saya berharap, kelak di Kabupaten Limapuluh Kota berdiri sebuah Yayasan Sosial Rehabilitasi yang keberadaannya melayani dan merawat para penderita gangguan jiwa dan merehabilitasi pecandu narkoba,” ujar Wabup Ferizal Ridwan berangan-angan.

Wabup Ferizal Ridwan mengakui bahwa, saat ini hampir seratusan warga Kabupaten Limapuluh Kota terdata sebagai penderita gangguan jiwa. Sebagian besar kondisi mereka memprihatinkan, karena ada yang dikurung dan diasingkan dalam kondisi dirantai dan dipasung. Sebanyak 22  orang diantaranya, tidak terurus karena faktor ekonomi keluarga.

“Jika Yayasan Rehabilitasi Sosial Bunda Sejati itu diaktifkan kembali, tentu keberadaan lembaga ini dapat melayani dan merawat para penderita gangguan jiwa yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Intinya, memanusiakan manusia adalah tugas sangat mulia. Pihak pemda bertanggungjawab menanggani masalah sosial yang dihadapi para penderita gangguan jiwa ini, karena mereka juga bagian dari rakyat Kabupaten Limapuluh Kota, “ pungkas Wabup Ferizal Ridwan. (ds)