Cegah Wabah Corona, Warga Bergantian Tugas Piket di Posko-posko

oleh -38 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 2 akan berakhir pada tanggal 29 Mei 2020 dan masih menunggu keputusan dari pemerintah Propinsi Sumatera Barat dan Peerintah Kota Payakumbuh, apakah PSBB akan dilanjutkan atau diakhiri.

Namun, yang pasti, sampai saat ini warga Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina) yang telah mendirikan posko-posko mandiri untuk mencegah penyebaran wabah corona atau covid-19, masih melakukan tugas pengawasan di posko-posko mandiri yang ada di wilayah tersebut.      

Hasil pantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dari unsur media yang bertugas sebagai pelaku penyebarluasan informasi penanganan Covid-19, khususnya untuk Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), menyaksikan bahwa warga setempat masih menjalankan tugasnya melakukan pengawasan di Posko Mandiri yang didirikan dipertigaan Lampasi tersebut.

Seorang petugas di Posko Mandiri tersebut yang sempat diwawancarai Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh dari unsur media bernama Wiliondri mengatakan bahwa, sampai saat ini warga Kelurahan Sungai Durian masih menjalankan tugas melakukan pengawasan di Posko Mandiri, untuk mencegah penyebaran wabah corona.

“Setiap hari, sebanyak 5 orang warga ditunjuk sebagai petugas untuk menjalankan tugas di Posko. Dari lima orang itu, satu diantaranya sebagai ketua piket,” ungkap Wiliondri.  

Diakui Wiliondri, tugas penjagaan di posko ini dibagi tiga shift. Masing-masing shift yang berdurasi delapan jam melibatkan sebanyak 5 orang petugas.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat di daerah ini cukup tinggi, baik dalam hal partisipasi untuk menangkal penyebaran wabah corona dan selalu mentaati aturan PSBB,” ulas Wiliondri.

Menurut Wiliondri, dalam upaya pencegahan penyebaran vius corona   warga atau siapapun yang melewati Posko ini harus mengenakan masker. “ Tidak ada toleransi bagi warga yang melintas di Posko mandiri ini, apabila tidak mepakai masker. Mereka akan kami suruh balik arah, meski rumahnya di sekitar Posko sekali pun,” pungkas Wiliondri.

Akhir wawancara Wiliodri mengakui bahwa pihaknya membuka kotak donasi di Posko ini. “ Hasil dari donasi tersebut dimanfaatkan untuk berbuka dan sahur. Ditambah dengan kesadaran masyarakat memberikan sumbangan.” tutup Wiliondri. (doddy sastra)