Chintia Jailani, Harumkan Nama MAN 1 Payakumbuh

oleh -163 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Iven Duta Generasi Berencana (Genre) adalah salah satu bentuk upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda dalam menyonsong masa depan. Salah satunya adalah mempersiapkan mereka dengan pengetahuan dan kematangan pribadi dalam membangun keluarga harmonis nantinya.

Salah satu yang dinobatkan sebagai duta gendre adalah Chintia Jailani,  siswi MAN 1 Payakumbuh, dibawah asuhan Kepala Sekolahnya Dra. Refinel yang telah membawa siswa-siswi MAN 1 Payakumbuh meraih berbagai prestasi di sekolah tersebut. Pada malam puncak Grand Awarding Duta Genre tahun 2020 tingkat Kota Payakumbuh. Siswa dan Siswi MAN 1 Kota Payakumbuh, tahun ini kembali eksis menorehkan prestasi pada pemilihan Duta Gendre tahun 2020.

Pada acara yang digelar Sabtu malam lampau, di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah,Chintia Jailani dan Ahmad Furqoni yang terpilih sebagai putrid Genre favorit. Acara juga dihadiri Duta Genre Sumbar Fadhil Makruf yang juga merupakan alumni Madrasah tersebut.

Menurut Kepala Sekolah, MAN 1 Payakumbuh, Refinel, menyebutkab bahwa, murid-murid yang ikut Duta Genre digembleng dengan bagaimana melakukan perencanaan yang mantap dan menata kehidupan harmonis dalam sebuah keluarga.

“Memantapkan sebuah perencanaan dalam menata kehidupan untuk membangun keharmonisan keluarga nantinya, “ujar Refinel.

Diungkapkan Refinel, Chintia Jailani adalah slah satu muridnya yang memang sarat dengan prestasi. Meski lahir dari kalangan kurang mampu, namun Chintia Jailani mampu meraih banyak prestasi.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu dari pasangan dari ayah Aan Jailani dan ibu Yatri Warni mengaku mendapatkan beasiswa mulai dari bangku SD dan saat ini mendapatkan pendidikan gratis dan MAN 1 Payakumbuh.

Bahkan, untuk menambah penghasilan, sosok putri 16 tahun itu, rela membuat makanan ringan seperti martabak tahu, kue kue kering dan lainnya itu, dijualnya di sekolah termasuk pada majelis guru. Berkat kegigihannya dalam menempuh pendidikan supaya memperoleh masa depan yang cerah.

Gadis 16 tahun ini tak malu malu membawa makanan ringan yang dijual di sekolah dan menyuguhkan kepada siswa siswi dan guru, karyawan supaya mau membelinya. Selain menjual kue sosok tersebut juga menerima dana dari donator untuk membantu meringankan beban hidup keluarganya. Sebab sang ayah tak bisa melihat dengan jelas akibat kelainan matanya.

Dikatakan Chintia Jailani, untuk mendukung karirnya, dia mengikuti Genre di Payakumbuh, disamping bidang OSIM dan Pakisbra. “Saya mengajak agar para generasi muda yang masih menepuh pendidikan di tingkat SMP dan SLTA, berpesan tidak menyia nyiakan waktu belajar,”ulasnya..

Sebab waktu itu sangat berharga bagi masa depan yang lebih baik bagi generasi muda. Karena itu manfaatkan waktu sebaik baiknya, imbuh Chintia Jailani. (edw)