Desri, Pejabat yang Jadi Pionir Tanaman Jeruk Siam di Situjuah Limo Nagari

oleh -367 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Komoditi pertanian jeruk siam, boleh jadi, tak lagi menjadi milik masyarakat Kecamatan Gunung Omeh, Bukit Barisan dan Kecamatan Suliki saja.

Betapa tidak, ketika jeruk siam dari daerah Mudiak atau Kecamatan Gunung Omeh yang populer dengan sebutan Jeruk Siam Gunung Omeh (Jesico) pasarnya telah merambah sejumlah daerah di pulau Jawa dan Sumatera, dan bahkan dipasarkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Brunai, diam-diam masyarakat tani Kecamatan Situjuah Limo Nagari, sejak beberapa tahun belakangan telah berusaha menggerakan ekonomi mereka dengan sektor pertanian jeruk siam yang terkenal dengan sebutan Jeruk Siam Situjuah atau ‘Jesitu”.  

Adalah Desri, S.Pd, seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota, boleh jadi, disebut sebagai pioner bangkitnya sektor pertanian jeruk siam di kawasan Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Meski sampai hari ini dia masih tercatat sebagai pegawai aktif (ASN) dengan jabatan staf ahli di Pemkab Limapuluh Kota, namun mantan Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, yang disebut-sebut calon kuat Wakil Bupati Limapuluh Kota itu, tak pernah risih apalagi gengsi menjadi seorang petani.

Bermodalkan tanah seluas hampir satu hektar berada di pinggang Gunung Sago, tepatnya di Jorong Kubang Bungkuak, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, mantan Sekretaris DPRD Limapuluh Kota yang juga dikenal sebagai ulama itu, sejak 5 tahun terakhir menjadi petani jeruk siam dan jeruk lemon disamping juga bercocok tanam cabe, bawang merah, seledri  dan daun bawang untuk ketahanan pangan bagi keluarganya.

“Alhamdulliah, ketika tanaman jeruk mulai tumbuh subur, berbuah dan kemudian panen, masyarakat  Jorong Kubang Bungkuak, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, banyak yang datang dan tertarik untuk menanam komoditi jeruk,” ungkap Desri, ketika wartawan media ini, Sabtu (20/6/2020) melongok perkebunan jeruk miliknya yang berada di pinggang Gunung Sago nan berhawa sejuk itu.

Meskipun saat berkunjung ke kebun jeruk milik Pak Desri, cuaca tidak mendukung karena kondisi hujan, namun tak mengurangi semangat, dan bahkan hayut dalam keasyikan ketika menjelajahi luasnya perkebunan jeruk milik Pak Desri yang membentang di lereng Gunung Sago itu.

“ Tanaman jeruk di ladang milik saya ini, jumlahnya hampir 500 batang. Alhamdulliah, untuk satu tahun penghasilan yang dapat saya peroleh dari tanaman Jeruk Siam Situjuah ini sebanyak Rp200 juta, tentunya termasuk untuk biaya pupuk dan upah petani yang mengolah kebun jeruk ini,” sebut Desri.

Desri mengaku, untuk merawat kebun jeruknya dia sendiri yang turun tangan bertani. Artinya, dia terlibat langsung memberikan pupuk, merawat dan mengayunkan cangkul untuk membersihkan areal perkebunan, termasuk ikut bercocok tanam jenis tanaman pangan yang ada di areal perkebunan miliknya ini.

 

“ Pada suatu kali, sejumlah masyarakat dan beberepa orang pemuda anak nagari Situjuah Batua dan Nagari Situjuah Godang , Kecamatan Situjuah Limo Nagari, pernah datang ke kebun jeruk miliknya, untuk bertanya-tanya atau menimba ilmu tentang cara bertanam jeruk,” ujar Desri.

Saat itu, ulas Desri, dia sedang mengenakan pakaian bagaimana layaknya seorang petani. Lusuh, penuh kotoran tanah dengan wajah ditutupi selembar topi untuk menahan sengatan matahari.

Ketika itu, tambah Desri, dia ajak masyarakat dan pemuda tersebut naik ke atas rumah panggung berlantai dua terbuat dari kayu tempat dia beristirahat setelah lelah bertani, kemudian bercerita ihwal kenapa dia menjadi petani.

“Jujur, saat itulah masyarakat setempat tahu, kalau saya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih aktif dan menjadi pejabat di lingkungan kantor Bupati Limapuluh Kota,” ujar Desri mengenang kisah pertamakali ketika dia nekad menjadi petani di lereng Gunung Sago.  

Menurut hemas Desri, menjadi seorang petani tidak lah rendah. Dan, tidak perlu rendah diri. Bahkan, hidup sebagai petani, secara ekonomi sangat menjanjikan dan memberikan jaminan untuk kebutuhan hidup keluarga.

“Apalagi menjadi seorang petani yang sungguh-sungguh penuh dedikasi dan ketekunan. Yakin lah, hidup dari hasil pertanian lebih enak dibandingkan hidup sebagai pegawai yang penghasilanya pas-pasan,” ujar Desri memberikan motifasi.

Hal hasil, ulas Dersi, beberapa tahun terakhir ini, perkebunan jeruk berkembang pesat di kawasan Nagari Situjuah Batua dan Nagari Situjuah Godang, khususnya di Kecamatan Situjuah Limo Nagari jumlahnya diperkirakan hampir mencapai 50 hektar.

Diakui Desri, setiap hari, apalagi saat musim panen raya, ratusan kilogram Jeruk Siam Situjuah (Jesitu) dijual oleh petani kepada pedagang jeruk untuk dipasarkan ke sejumlah daerah di Sumbar bahkan sampai ke Riau, Jambi, Sumut dan beberapa daerah lainnya di pulau Jawa.

 Diakhir wawancara Desri mengatakan, siapapun nantinya yang terpilih menjadi Bupati di Kabupaten Limapuluh Kota setelah Pilkada yang akan digelar Desember 2020 mendatang, dia berharap pemimpin yang terpilih itu konsen mengurus sektor pertanian yang yang ada di daerah ini.

“Artinya, bangun sarana transportasi dan sarana pertanian seperti jalan tani di kawasan pertanian untuk mendukung penghasilan para petani. Jika sarana pertanian cukup baik, yakinlah pada akhirnya, kehidupan para petani yang ada di daerah kita ini akan bergairah, ekonomi mereka meningkat dan secara tidak langsung akan berdampak pada ekomoni Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Desri.   

Menurut Desri, ketika sektor pertanian berkembang baik di kabupaten Limapuluh Kota, utamanya komoditi jeruk, dia berharap berobsesi komoditas jeruk ini akan menjadi komoditas andalan bagi peningkatan eknomi masyarakat dan daerah Kabupaten Limapuluh Kota,

“ Tidak tertutup kemungkinan, akan hadir investor untuk mendirikan pabrik minuman segar jeruk, karena saat ini lahan pertanian jeruk sudah berkembang dengan luas  di kecamatan Akabiluru, Gunung Omeh, Kapur IX, Situjuh Limo Nagari, Bukik Barisan, Suliki dan Lareh Sago Halaban,” ujar Dersi berangan-angan. (doddy sastra)

Klik Video Lengkapnya dibawah :