Di Kabupaten Solok, Warga NTB Bikin Panik Walinagari dan Anggota Dewan

oleh -5.169 views
Solok, dekadepos.com
 
Sejak mewabahnya virus corona (Covid-19), Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, sudah mewanti-wanti agar mewaspadai setiap orang yang masuk ke daerah bumi bareh Solok itu. Bahkan, Bupati Solok sendiri, H. Gusmal, sudah meminta agar setiap pendatang yang masuk, termasuk warga rantau yang pulang kampung untuk diperiksa suhu badan dan kesehatannya.
 
Namun Kamis malam (30/4), warga Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bak bagai kecolongan oleh seorang warga pendatang yang turun dari bus dan memiliki gejala aneh.
 
“Mulanya warga tidak curiga, karena waktu kejadian bertepatan dengan warga mau berbuka puasa dan disini juga ada masjid dan warung. Jadi warga tidak begitu fokus memperhatikan orang yang keluar masuk, dan mengira orang tersebut mau shalat maghrib, ” terang Syamsul Azwar, Walinagari Batang Barus.
 
Kecurigaan warga timbul, karena warga pendatang tersebut batuk-batuk keras saat berbuka di sebuah warung di depan masjid dan ada yang melihat bahwa orang tersebut baru turun dari sebuah bus.
 
Karena orang tersebut tidak berhenti batuk, warga kemudian curiga dan melapor kepada walinagari dan juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Lucki Efendi yang kebetulan warga setempat.
 
“Karena warga takut dan curiga yang bersangkutan terserang Covid-19, warga dan pemilik warung menghubungi pihak Walinagari dan Anggota dewan,” sebut Asti, sang pemilik warung
 
Selanjutnya walinagari, anggota dewan dan beberapa aparat kepolisian Polres Solok yang sedang berada disana, menanyakan asal orang tersebut dan mau kemana. “Karena jawabannya agak ngawur, maka Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok dan Walinagari menghubungi posko covid-19 dan RSUD Arosuka serta Dinas Kesehatan Kabupaten Solok.
 
“Kita sebagai warga sangat takut kalau orang tersebut kena corona. Sebab sewaktu ditanya, dia baru saja melakukan perjalanan jauh dari Bima, Bali, Surabaya, Semarang, Cirebon, Jakarta, dan terus ke Solok ini. Dengan riwayat perjalanan yang panjang dan daerah merah, kita tentu sangat waspada,” terang Walinagari, Syamsul Azwar.
 
Sayangnya pihak RSUD meresfon lambat saat dihubungi Wakil Ketua DPRD dan Walinagari atas kejadian tersebut. Bahkan pihak Wakil Ketua DPRD dan Walinagari juga sudah menghubungi Wabup Solok, H. Yulfadri Nurdin dan meminta RSUD segera mengirim Ambulance ke lokasi untuk membawa warga tersebut ke RSUD untuk diperiksa.
 
Namun setelah satu jam menunggu mobil Ambulance dari RSUD, kendaraan tidak juga datang. “Saat dihubungi lagi katanya baru berangkat dan kita terpaksa membawa orang itu ke RSUD dengan mobil Pick Up dengan dibantu anggota kepolisian Polres Solok. Hal ini dilakukan untuk antisipasi wabah corona yang dari yang bersangkutan,” sahut Lucki Efendi.
 
Pihaknya mengaku kecewa berat dengan resfon RSUD Arosuka dan juga petugas covid di posko yang dihubungi. “Kalau begini pelayanan kita, bisa-bisa jebol pertahanan kita karena lamban memberi resfon. Padahal ini penting dan tidak main-main. Bayangkan saja kalau yang bersangkutan positif vorona, apa yang akan terjadi?!,” tambah Lucki Efenfi dengan nada tampak sangat kecewa.
 
Warga yang nyasar ke Lubuk Selasih tersebut diketahui bernama Tamrin (27), berasal dari Desa Ntori, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), turun dari bis di depan Masjid Baburrahman Lubuk Selasih yang dikenal selalu ramai disinggahi warga saat masuk waktu salat.