Di Nagari Maek, Selain Kamis, Pedagang dan Tukang Kredit Dilarang Masuk

oleh -2.408 views

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com

Berhubung dengan telah terkonfirmasinya 6 Kasus Positif Covid 19 atau Corona di Kabupaten Limapuluh Kota. Pemerintah Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan membatasi akses masuk ke daerahnya.

Hal ini juga didukung, dengan surat himbauan pemerintah nagari No 03/WNM/V-2020. Dimana berdasarkan usulan dari masyarakat nagari Maek dan nagari persiapan Koto Tinggi Maek,  seluruh masyarakat yang hendak membeli kebutuhan pokok ke luar nagari Maek agar mendapat izin terlebih dahulu dari pemerintahan Nagari. Begitu juga kepada masyarakat yang punya urusan penting dan keluar dari nagari tersebut agar mendapatkan izin terlebih dahulu.

“Namun, bagi Masyarakat yang tidak punya urusan penting dan belanja non sembako dilarang keluar dulu dari nagari Maek. Hal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” ujar Pj Walingari Maek, Apri Yulianto ketika dihubungi, Kamis (14/5/2020).

Dan setiap hari Kamis yang merupakan hari pasar di Nagari tersebut. Pasar Maek hanya menyediakan pedagang yang menjual kebutuhan pokok.

“Selain dari itu tidak diperbolehkan. dan masyarakat yang tidak memiliki kepentingan dilarang masuk,” jelasnya.

Begitu juga bagi masyarakat yang mempunyai usaha gerendong, berjualan keliling, agen, sales dan dept Collector baik menggunakan roda dua maupun empat dilarang masuk ke daerah tersebut.

Kecuali pada hari Kamis dengan tetap mematuhi syarat-syarat PSBB, yakni menggunakan Masker dan sarung tangan serta wajib lapor ke Posko PSBB yang ada di Nagari.

“Hal ini juga berdasarkan rapat pemerintahan nagari Maek dan Nagari Persiapan Koto Tinggi Maek pada Selasa (12/5/2020), untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” sebut Apri Yulianto.

Himbauan ini berlaku hingga berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Sumbar, yakni hingga ¬†29 Mei Mendatang. Ia juga mengajak agar masyarakat mematuhi himbauan yang sudah diterapkan dengan melakukan sosial distancing, gunukan APD diri seperti masker dan jaga pola hidup sehat. “Intinya lebih baik kita mencegah dari pada mengobati,” pungkasnya.(edw)