Di Payakumbuh, Puluhan Pengendara Terjaring Tak Pakai Masker

oleh -835 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Hari kedua pelaksanaan razia yang dilakukan Tim Gabungan TNI, Polri, Satpol-PP, Dinas Perhubungan serta PM dan SAR berhasil menjaring puluhan pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak menggunakan Masker saat keluar rumah maupun melintas di Pos Covid-19 yang berada di Pusat Kota Payakumbuh depan Pos Lantas Jalan Sudirman Kota Payakumbuh.

Mereka yang terjaring, diminta untuk membuat surat perjanjian untuk kedepannya menggunakan masker saat keluar rumah selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat. Tidak saja  mereka yang tidak menggunakan masker, tim gabungan juga mengingatkan warga yang masih keluar rumah saat PSBB untuk tidak sering keluar rumah jika tidak ada hal yang mendesak.

” Iya, sampai hari kedua razia yang kita lakukan terkait wajib penggunaan Masker selama PSBB, Tim gabungan berhasil menjaring puluhan warga yang tidak menggunakan masker, baik yang berkendara maupun pejalan kaki dan dikedai-kedai.” Sebut Wakapolres Payakumbuh, Kompol. Arie didampingi, IPTU. Syafrizal, Kanit 1, Sabhara, Minggu 10 Mei 2020.

Kompol. Arie juga menambahkan, puluhan warga yang terjaring itu dibawa ke Mapolres Payakumbuh di Kawasan Labuah Silang untuk menjalani pemeriksan (BAP) dan membuat surat perjanjian untuk selanjutnya menggunakan masker selama PSBB.

” Mereka yang terjaring razia, kita bawa ke Mapolres untuk di BAP, membuat surat perjanjian dan baru kita perbolehkan pulang.” Tutupnya.

Sementara, Kabid Penegak Peraturan Daerah (PPD) Satpol-PP Kota Payakumbuh, Syafrizal yang ikut dalam razia itu mengatakan bahwa dalam razia itu Tim gabungan dibagi tiga untuk menyisir kecamatan yang ads di Kota Payakumbuh.

” Iya, untuk hari kedua ini kita membagi tim menjadi tiga tim. Yang menyusuri kecamatan yang ada di Payakumbuh, baik di kedai-kedai, jalanan. Mereka yang tidak menggunakan masker dijaring dan dibawa ke Polres. Kita lihat sudah banyak warga dan pemilik kedai yang telah taat aturan.” Ucapnya.

Mantan Kasi Sarana dan Prasarana di Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Koperindag itu juga menambahkan, kedai-kedai minuman yang menjual kopi tetap boleh buka, namun sampai jam 22.00 Wib, dan itupun hanya boleh melayani pembeli yang membungkus makanan/minuman.

” Pemilik kedai kopi tidak lagi boleh menyediakan tempat duduk yang mengundang warga untuk berkumpul saat PSBB ini.” Tutupnya. (Edw).