Diduga Langgar Kode Etik, Ketua KPU Kab. 50 Kota Dilaporkan Bawaslu Ke DKPP

oleh -2.727 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Untuk kedua kalinya, Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP). Jika sebelumnya pada Pileg tahun 2019 Ketua KPU diberikan peringatan keras, sementara empat Komisioner lainnya juga disanksi, namun lebih ringan dari Masnijon, yakni Peringatan.

Komisioner KPU tersebut diberi sanksi terkait pelanggaran Etik yang dilakukan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu. Yakni dari laporan salah satu Partai Politik (Parpol) yang melaporkan KPU tidak profesional dalam mencetak Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditempel di setiap TPS di Dapil 1. Sanksi tersebut diberikan kepada Masnijon setelah DKPP RI melakukan serangkaian persidangan.

Kini, Masnijon kembali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota, karena diduga masih aktif dalam salah satu Ormas. Hal tersebut bertentangan dengan UU Nomor 7 tahun 2017 pasal 21 ayat 1 huruf k ” syarat untuk menjadi anggota KPU, KPU provinsi, KPU kabupaten/ kota adalah : bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila terpilih menjadi anggota KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/kota, yang dibuktikan dengan surat pernyataan”.

Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra melalui Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Ismet Aljannata, ketika dikonfirmasi terkait adanya hal tersebut, membenarkan bahwa memang ada laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon.

“ Iya, memang ada temuan kita (Bawaslu,red) berdasarkan informasi dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota. Temuan dengan Nomor 002/TM/PB/Kab/03.10/V/2020 telah kita teruskan ke DKPP.” Sebut Ismet, Senin sore 3 Agustus 2020.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon ketika dihubungi terkait dugaan pelanggaran kode etik tersebut, belum bisa memberikan penjelasan karena sedang rapat. Namun beberapa jam kemudian ketika kembali dihubungi untuk kedua kalinya, ia belum bisa membeli penjelasan dengan alasan yang sama.

“ Belum, saya sedang rapat, besok saya beri kabar lagi tentang masalah ini.” Ucapnya. (Edw).