Dikabarkan Maju Cawagub Sumbar, Kompetitor Irfendi Arbi di Pilbup Limapuluh Kota Lega

oleh -1.943 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Terbertiknya kabar bupati incumbent Irfendi Arbi akan maju sebagai bakal calon Gubernur Sumbar mendampingi Bupati Solok, Gusmal Datuak Rajo Lelo, kontan saja membuat suasana politik seputar Pemilihan Bupati (Pilbup) Limapuluh Kota berobah drastis.

Betapa tidak, di media sosial baik facebook dan WhatsApp muncul penyataan lega dari para timses dan pendukung para balon Bupati yang menjadi kompetitor Irfendi Arbi dalam Pilkada Limapuluh Kota yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

“ Mantap, Irfendi Arbi maju cawagub Sumbar, makin ringan lawan balon Bupati yang akan bertarung pada Pilkada 2020 mendatang,” tulis para pendukung dan timses pesaing Irfendi Arbi di medsos.

Meski sejauh ini Irfendi Arbi belum menentukan sikap, apakah dia akan maju sebagai cawagub Sumbar atau memilih maju sebagai calon Bupati Limapuluh Kota guna merebut BA 1 C untuk periode kedua kalinya.

Namun munculnya nama putra terbaik Nagari Simalanggang dipercaturan politik Pigub Sumbar, melahirkan nuansa baru dikancah politik Pilkada Limapuluh Kota.

LUKA LAMA BERDARAH LAGI

Menariknya, pasca diumumkannya dua pasang bakal calon Bupati- Wakil Bupati Limapuluh Kota yang sudah mendapat dukungan dari partai politik yakni Darman Sahladi berpasangan dengan Maskar Datuak Pobo dan Muhammad Rahmad berpasangan dengan Asyirwan Yunus, melahirkan berbagai prediksi dikalangan pengamat politik daerah ini.

“Luar biasa, dua putra terbaik Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pangkalan bakal bertarung lagi. Pertarungan hebat pasca Pilkada 2015 lalu yang memunculkan tiga putra terbaik asal wilayah timur akan terulang lagi. Dan, bukan tidak mungkin, luka lama akan berdarah lagi,” ujar pengamat politik berkomentar.

Tak hanya itu, munculnya nama Muhammad Rahmad, putra terbaik asal VII Koto Talago, Guguak, sebagai calon Bupati Limapuluh Kota diusung Partai Gerindra, Partai Hanura, PKB dan Partai Nasdem, melahirkan ‘kegaduhan’ baru di  arena politik Pilkada Limapuluh Kota.

Betapa tidak, maju sebagai calon Bupati, tokoh nasional yang lama berkiprah di Ibukota itu, menjanjikan harapan baru dan perubahan bagi masyarakat, utamanya masyarakat tani Kabupaten Limapuluh Kota.

Tak hanya itu, Muhammad Rahmad juga mendorong, tumbuhnya pengusaha pengusaha kecil, menengah dan UMKM dalam menciptakan lapangan kerja.

“Pengangguran masih tinggi, kemiskinan masih menjadi momok. Ini yang akan kita benahi, Insya Allah kalau saya jadi bupati impian ini bisa kita wujudkan” ujar Muhammad Rahmad.

Pada Pilkada Limapuluh Kota yang akan digelar Desember 2020 ini, tidak hanya Muhammad Rahmad yang memberikan harapan dan janji kehidupan lebih baik bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.

Setidaknya, putra terbaik asal Mudiak lainnya yakni, Syararuddin Datuak Bandaro Rajo, juga calon kuat bupati Limapuluh Kota pada Pilkada 2020, yang sudah membuktikan karia baktinya untuk kemajuan daerah dan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, tentu juga akan jadi batu penarung bagi kompetitor calon bupati.

Empat periode menjadi wakil rakyat di DPRD kabupaten Limapuluh Kota, bahkan pernah menjabat Ketua DPRD di daerah ini, dan saat ini dipercaya sebagai anggota DPRD di Propinsi Sumatera Barat, sudah cukup matang bagi Syafaruudin Datuak Bandaro Rajo untuk diberi amanah sebagai Bupati.

Sementara itu Wakil Bupati incumbent Ferizal Ridwan yang memilih maju lewat jalur perseorang berpasangan dengan Nurkhalis, saat ini masih menunggu hasil verifikasi faktual KPU Limapuluh Kota, setelah mengajukan perbaikan surat dukungan, tentunya tidak boleh dipandang sebelah mata.

Figur terbaik asal Kecamatan Lareh Sago Halaban yang memiliki komitmen tinggi, tegas dan cepat tanggap serta dekat dengan kalangan muda ini, dijuluki ‘kuda hitam’ yang diprediksi bakal memenangkan pertarungan Pilkada Limapuluh Kota 2020.

“Modal besar Ferizal Ridwan yang aktrap disapa Buya Feri, terletak dari puluhan ribu surat dukungan yang sudah menjatuhkan pilihan untuk Buya Feri menjadi Bupati,” ujar para pendukungnya berpendapat.  (ds)