Dimasa Pandemi Covid-19, Petani Payakumbuh Timur Justru Menikmati Hasil Pertanian di Atas Harga Rata-rata

oleh -2.022 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Meski pun masih masa pandemi covid-19 dan dalam penerapan tatanan kehidupan baru produktif menuju new normal, Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi, terus memberikan motifasi, dukungan dan dorongan kepada masyarakatnya, terutama kepada para petani yang ada di dareah itu untuk selalu giat melakukan aktifitas pertanian sebagai penopang ekonomi keluarga.

Terbukti, dari motifasi, dukungan dan dorongan yang diberikan pemerintah Kecamatan Payakumbuh Timur, masyarakat tani yang ada di sembilan kelurahan di kawasan  Kecamatan Payakumbuh Timur, khususnya masyarakat tani yang berada di Kelurahan Payobasung, mereka justru menikmati hasil pertanian dengan harga di atas rata-rata walau pun masih dimasa pandemi covid-19.   

Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi, yang diwawancarai tim media Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh, Selasa (23/6/2020) mengaku bersyukur, karena saat daerah ini masih masa pandemi dan dalam tahap penetapan penerapan tatanan kehidupan baru produktif menuju new normal, ternyata masyarakat tani yang barada di wilayahnya, justru menikmati harga hasil pertanian di atas rata-rata.

Diakui Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi, ketika melakukan peninjauan ke lahan pertanian masyarakat di Kelurahan Payobasung bersama Lurah Payobasung, Ade Vianora didampingi Ibu RT 03/RW 02, Sepriani Ani dan rekan-rekan dari Dinas Pertanian serta BPP Kecamatan Payakumbuh Timur baru-baru ini, dia menyaksikan kegairahan para petani bawang merah, terung ungu dan pepaya madu yang menikmati hasil pertanian di tengah pandemi covid-19.

“Menurut pengakuan para petani bawang merah, terung ungu dan pepaya madu, mereka justru menikmati harga rata-rata ketika daerah ini masih dimasa pandemi covid-19,” ungkap Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi  dengan rasa bangga.

Camat Payakumbuh Timur, Irwan Suwandi juga mengungkapkan, meski pun daerah ini masih masa pandemi dan dalam tahap penetapan penerapan tatanan kehidupan baru produktif menuju new normal, dia merasa yakin bahwa ‘badai’ memang tak selalu bisa meruntuhkan semuanya.

Artinya, ulas Irwan Suwandi, ada ruang kosong yang mampu bertahan, bahkan tak jarang mencapai pucak saat badai berlangsung, seperti halnya  dirasakan para petani bawang merah, terung ungu dan pepaya madu yang ada di Kelurahan Payobasung.

Camat Payakumbuh Timur itu memberi gambaran, ketika badai krisis moneter melanda negara ini tahun 1997-1998, saat itu para pemilik modal besar bertumbangan, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah justru aman-aman saja, termasuk sektor pertanian juga aman-aman saja.

“ Jika kita inventaris sektor mana saja yang terdampak covid-19 saat ini, maka bisa kita pastikan, sektor pertanian dengan petani sebagai pelaku utamanya, tidak akan masuk ke dalam inventarisasi kita. Cuma pertanyaannya, seberapa banyak generasi penerus kita yang tertarik menjadi petani. Apalagi ada anekdot, sarjana pertanian begitu banyak, tapi tak banyak dari mereka yang mau bertani atau berprofesi sebagai petani,” ujar Irwan Suwandi gundah.

Diakui Irwan Suwandi, jika berbicara sektor pertanian, menurut hematnya, tanah yang luas dan subur yang kita miliki ini, sebenarnya tidak menyisakan ruang bagi siapapun untuk mengejar ‘mimpi’, tentunya jika mau bekerja dan berusaha.

“Untuk itu, pemerintah Kecamatan Payakumbuh Timur, tak pernah bosan-bosan  terus memberikan motivasi, dukungan dan dorongan kepada masyarakat tani untuk giat melakukan aktifitas pertanian, karena sektor ini terbukti mampu memberikan jaminan ekonomi dalam kondisi apapun,” pungkas Irwan Suwandi. (doddy sastra)