Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi Sosialisasi Budi Daya Maggot BSF

oleh

BUKITTINGGI, dekadepos.com-
Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bukittinggi mengadakan Sosialisasi Budi Daya Maggot BSF (Black Soldier Fly) bagi para penyuluh pertanian   dan Lurah se Kota Bukittinggi di Aula Dinas Lingkungan Hidup,Kamis (1/4).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi, Syafnir menyebutkan, Maggot merupakan Ulat yang bisa mengurangi Volume sampah yang ada di masyarakat.Dan melalui Pembudidayaan maggot ini juga dapat menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat.

Artinya,sosialisasi yang diadakan ini,bertujuan,agar para penyuluh pertanian dan Lurah bisa pula mensosialisasikannya kepada masyarakat dan kelompok tani tentang mamfaat dan prospek peningkatan ekonomi masyarakat melalui Budidaya Maggot BSF ini, ujar Syafnir. Untuk Kota Bukittinggi saat ini sudah ada 4 unit usaha Maggot BSF yaitu di Ipuah, Tanah Jua, Inkorba dan Gulai Bancah,sebutnya.

Untuk sosialisasi ini,Dinas Lingkungan Hidup menghadirkan narasumber, anggota DPRD Bukittinggi,Asril yang telah berhasil membudidayakan Maggot BSF .Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan dari Dinas Pertanian.

Asril anggota DPRD Bukittinggi yang bertindak sebagai Nara Sumber dalam Sosia lisasi itu menjelaskan,Untuk Pembudidayaan Maggot BSF ini berdampak pada berjuta juta mamfaat.Diantaranya,untuk mengurangi biaya pengelolaan sampah di kota Bukittinggi.

Kemudian dari sisi ekonomi,Maggot BSF sangat besar potensi penghasilan yang akan didapat dari Bisnis Maggot BSF.Dikatakan,volume sampah kota Bukittinggi saat ini berjumlah 107 ton perhari,60 porsen diantaranya merupakan sampah organik yang dapat dijadikan sumber makanan Maggot BSF.dari 100 mporsen sampah Organik itu,20 porsen
diantaranya menjadi Maggot BSF,20 porsen lagi menjadi Kompos dan sisanya 60 porsen hilang.

Artinya,20 porsen sampah organi itu akan menghasilkan 12,8 ton Maggot BSF perhari dan 12,8 ton menjadi Kompos Kasgot (Bekas
Maggot).kata Asril.

Harga Maggot BSF  saat ini sangat bervariasi,antara Rp10.000,- sampai Rp100.000,-perkg.Andaikata,kita ambil harga terbawah Rp10.000,-,maka potensi pendapatan dari Maggot BSF dengan sumber makanan berbahan sampah kota Bukittinggi akan menghasilkan uang Rp128 juta perhari.Belum lagi Kompos Kasgot yang punya nilai harga antara Rp4.000,- sampai Rp5.000,- per Kg.

“Alangkah besarnya potensi sampah Bukittinggi,apabila diolah dengan  sistim Budidaya Maggot BSF.Artinya dalam satu tahun Maggot BSF ini bisa menghasil kan uang Rp.46 Miliar”,ujar Asril politisi Partai Nasdem tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Asril,dengan berbudidaya Maggot BSF,akan dapat menstimul an munculnya beberapa ekonomi kreatif lainnya ditengah tengah masyarakat. Seperti, Budi daya berbagai ikan,unggas dan Holtikultura,karena sumber makanan dan pupuk melimpah. Dan ini jelas menjadi potensi tersediri pula, ungkapnya.

Kemudian, dari sisi lingkungan,dengan Budidaya Maggot BSF ini, terkelolanya sampah organik di Bukittinggi.Dengan terkelolanya sampah organik di Bukittinggi, menyebabkan kota terlihat lebih bersih dan asri.Terkait dengan sampah An Organik.Karena sudah tidak bercampurnya lagi dengan sampah organik,maka sampah An Organik
tersebut akan menjadi bersih dan memiliki nilai jual tersendiri pula
,kata Asril.

Selain itu,dengan bersihnya kota, maka resapan air akan kembali normal serta tanaman akan menjadi subur.Lebih lanjut,sungai sungai akan menjadi bersih kembali dan diharapkan ekosistim yang ada disepanjang sungai dan anak sungai di Bukittinggi akan tumbuh kembali.Sehingga keberadaan sungai bisa kembali seper ti masa lalu,yaitu disamping bisa dijadikan  tempat bermain,sebagian masyarakat juga menggantungkan kebutuhan protein hewani pada ekosistim yang ada di su ngai,seperti,ikan,belut,pensi dan lain sebagainya.Itulah potensi yang didapat dari budidaya Maggot BSF tersebut,ungkap Asril. (Edis)