Diprediksi, PDI-P Tengah Berusaha Bangun Koalisi Besar untuk Menangkan Petahana Irfendi Arbi-Safar Datuk

oleh -8.464 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Di tengah makin memanasnya suhu politik seputar siapa bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati yang akan bertarung di Pilkada Limapuluh Kota, beredar rumor di jagat dunia maya ada dua opsi koalisi parpol hadapi Pilkada Limapuluh Kota yang akan digelar Desember 2020 mendatang, 

Opsi pertama disebutkan, kemungkinan Partai Golkar akan berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sayangnya, dalam obsi tersebut tidak diungkapkan, siapa bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati yang diusung oleh ke dua partai yang tengah berkoalisi di tingkat perintah pusat itu.

Masih pada opsi kedua itu disebutkan pula bahwa, Partai Demokrat akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sosial (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara opsi satu lainnya disebutkan, Partai Gerindra, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan PKB kemungkinan akan berkoalisi. Tapi sayangnya, dalam opsi tersebut tidak dijelaskan siapa bakal calon Bupati yang akan diusung.

Namun demikian, sebelumnya banyak yang menduga-duga, kemungkinan Partai Gerindra sebagai pemenang Pemilu di Kabupaten Limapuluh Kota, akan memberikan dukungan untuk Muhammad Rahmad yang digadang-gadang berpeluang besar untuk menang dalam Pilkada Limapuluh Kota Desember 2020 mendatang. Tapi dengan siapakah Muhammad Rahmad nantinya akan berpasangan, belum ada pihak berkompeten yang mau menjelaskan.

Masih diopsi pertama, diprediksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Lagi-lagi sayangnya, dalam opsi ini tidak dijelaskan siapa bakal calon Bupati dan bakal calon wakil bupati yang akan diusung.  

Sementara itu opsi ke dua versi netizen yang beredar di medsos itu menyebutkan, kemungkinan Partai Golkar diprediksi akan berkoalisi dengan Partai Hanura dan PPP.

Sedangkan Partai Demokrat akan berkoalisi dengan PKS, PAN dan PKB. Kemudian Partai Gerindra kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Nasdem dan PKB. Sedangkan Partai Hanura kemungkinan akan berkoalisi dengan PPP.

Tragisnya, PDI-P yang saat ini menjadi penguasa dan sukses mengantarkan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Limapuluh Kota, Ir. Irfendi Arbi,MP menjadi Bupati Limapuluh Kota periode 2015-2020, dalam opsi kedua tersebut partai berlambang Banteng moncong putih besutan Megawati Soekarni Putri itu, lenyap dalam opsi kedua tersebut.

Tidak diketahui dengan jelas, mengapa PDI-P dengan kader terbaiknya Irfendi Arbi, yang nota bene adalah  bupati incumbent, lenyap dalam kajian politik versi netizen itu.

BANGUN KOALISI BESAR

Terlepas dari berbagai opsi-opsi yang tengah berkembang di dunia maya tersebut, yang jelas, di kalangan elit politik PDI-P saat ini tengah beredar isu bahwa, dedengkot PDI-P baik yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat dan di Jakarta, dikabarkan tengah menyusun kekuatan besar untuk memenangkan Pilkada Limapuluh Kota yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

“ Petinggi-petinggi PDI-P, tengah melakukan pendekatan politik untuk membangun kekuatan besar guna memenangkan bupati incumbent Irfendi Arbi, yang digadang-gadang akan berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo,” ungkap salah seorang dedengkot PDI-P Limapuluh Kota berkomentar.

Dikatakannya, kebijakan politik untuk membangun koalisi besar seperti halnya terjadi di level pusat untuk mendukung pemerintahan Jokowi, tidak tertutup kemungkinan juga akan dibangun di tingkat Propinsi, Kota dan Kabupaten, utamanya bagi daerah yang akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan Gubenur, Walikota dan Bupati yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

Kesimpulannya, kemungkinan untuk menyatukan PDI-P, Partai Golkar, PPP, PKB, Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Gerindra untuk memenangkan bupati incumbent, Irfendi Arbi untuk periode kedua kalinya itu bisa saja terjadi.

Pasalnya, pihak yang menjadi penentu dengan partai apa akan berkoalisi dan siapa  bakal calon Gubenur, Walikota dan Bupati yang akan diusung, mutlak menjadi wewenang  pengurus partai yang berada di level pusat.

Kesimpulannya, sungguh tidak logis, jika PDI-P yang saat ini tengah menjadi penguasa,  bahkan berhasil mengantarkan kader terbaiknya Irfendi Arbi menjadi Bupati Limapuluh Kota, tentu sangat tidak masuk akal tidak mendapatkan ‘kendaraan’ politik untuk memenuhi ambisinya merebut BA 1 C untuk periode kedua kalinya. (ds)