Diserahkan ke Jaksa, Mantan Kepala Inspektorat Langsung Ditahan

oleh -9.405 views

Payakumbuh, Dekadepos.com-

Penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh langsung melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka kasus dugaan Korupsi Tranmigrasi yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota beberapa tahun lalu.

Ketiga terdakwa, AZW, ML dan SU (Pihak Rekanan) PT. Carano Perak Berjaya serta barang bukti diserahkan Penyidik Tindak Pidana Korupsi (TIPIDKOR) Polres Limapuluh Kota yang langsung dipimpin Kanit TIPIKOR Satreskrim Polres Limapuluh Kota, IPTU. Hery didampingi dua orang penyidik pada Rabu sore 5 Agustus 2020 sekitar pukul 15.00 WIB ke Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Terdakwa AZW dan ML yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau ASN di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota itu sampai di Kejaksaan Negeri Payakumbuh didampingi sejumlah Penasehat Hukum (PH) dan keluarganya. Namun hanya beberapa menit di Kejaksaan, Kedua terdakwa dibawa keluar oleh Penyidik Tipikor untuk menjalani pemeriksaan antisipasi Penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

IPTU. Hery saat dikonfirmasi mengatakan bahwa selain tiga orang tersangka, pihaknya juga menyerahkan Barang Bukti (BB) terkait proyek Tranmigrasi Tahun Anggaran (TA) 2013. 

” Hari ini, selain tiga orang terdakwa, kita juga menyerahkan puluhan barang bukti terkait proyek yang diduga merugikan negara mencapai ratusan juta rupiah itu. Diantaranya, dokumen kontrak, dokumen pembayaran serta sejumlah SK.” Sebut IPTU. Herry.

Terpisah Kajari Kota Payakumbuh, Suwarsono. SH mengatakan bahwa pihaknya memang melakukan penahanan terhadap para terdakwa terhitung Rabu 5 Agustus 2020 hingga dua puluh hari kedepan.

” Iya, untuk ketiga terdakwa langsung kita tahan hari ini hingga beberapahari kedepan. Mereka kita titipkan di Lapas Kelas II B Payakumbuh.” Sebut Suwarsono.SH didampingi Kasi Pidsus, Satria Lerino. SH dan Kasi Intel, Robby Prasetya. SH. SH.

Dari pantauan di Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat, usai penyerahan tersangka dan barang bukti, para tersangka digirng ke mobil tahanan Kejaksaan yang beberapa jam sebelumnya telah disiagakan di Halaman Kantor Kejaksaan.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa SU, Setia Budi. SH terkait penahanan kliennya oleh Kejaksaan mengatakan bahwa pihaknya menerima dan mengikuti proses yang berlaku, namun ia berharap agar pihak-pihak yang terkait dengan proyek tersebut juga “diseret” untuk ikut bertanggung jawab.

” Kita hormati proses hukum yang berlangsung, namun kita juga minta agar pihak-pihak lainnya yang juga terkait dengan proyek ini juga harus bertanggung jawab, karena Klien kami mengerjakan proyek itu sudah tangan kedua, atau sebelumnya sudah ada perusahaan lain yang mengerjakan dan terbengkalai.” Sebutnya. (Edw)