Dituding Politisasi, Anggota DPRD Payakumbuh Minta Walikota Klarifikasi Pernyataan

oleh -1.066 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com-

Wakil Ketua Pansus II DPRD Kota Payakumbuh, Edward DF, kepada wartawan, Minggu 7 Juni 2020 mengatakan bahwa, Pansus II DPRD  meminta Walikota Riza Falepi untuk mengklarifikasi pernyataan yang menyatakan ‘Ada Oknum Dewan’ yang mempolitisasi masalah pencairan bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid 19. Karena kata OKNUM tersebut konotasinya negatif.  Dan kata-kata tersebut ditujukan untuk seseorang yang melakukan kejahatan atau kriminal. 

“Apakah dengan ikutnya anggota dewan memasukkan data calon penerima BLT tindakan kejahatan? Itukan juga tugas kami yakni menyampaikan aspirasi kemasyarakat.  Untuk itu saya minta Walikota mengklarifikasi pernyataannya tersebut, ” tegas Wakil Ketua Pansus II Edward DF politisi Partai Persatuan Pembangunan ini. 

Ungkapan yang sama juga disampaikan Sekretaris Pansus II, Yernita. Dengan suara lantang srikandi Partai Gderindra itu menyatakan Pemko harus bertanggungjawab terhadap data yang telah diverifikasi tim kelurahan untuk bisa dicairkan segera. 

“Kami disumpah menjadi anggota dewan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.  Tidak salah dong kalau ada diantara kami ini menyampaikan KK yang perlu dibantu akibat terdampak Covid 19 mendapatkan BLT, ” teriak politisi Partai Gerindra ini. 

Menurutnya, tidak ada alasan Pemko untuk tidak mencairkan BLT kepada KK yang telah diverifikasi tim kelurahan.  Dan tidak perlu lagi dilakukan verifikasi.  “Yang kita perjuangkan ini adalah masyarakat Payakumbuh.  Bukan masyarakat daerah lain, ” ulas salah seorang Bundo Kanduang di DPRD periode 2019-2024 ini.

Yernita semakin lantang menyampaikan aspirasi masyarakat tersebut, membuat Sekda Rida Ananda mambana kepada Ketua Pansus II.  “Maaf Pak, pimpinan saya tidak tahan lagi karena saya sakit, ” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya, Pemko Payakumbuh menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 15 KK di Ruang Ngalau Kantor Walikota, jam 16.30 WIB Jumat (5/6).  Namun bagi 10-an ribu KK lainnya akan diantar jajaran Pemko bersama pihak Bank Nagari ke kelurahan-kelurahan yang tersebar di lima kecamatan di kota ini. 

Sebelum pencairan bantuan secara simbolis dengan nominal Rp300 ribu/KK/bulan tersebut,  siangnya berlangsung Rapat Kerja antara Pansus II DPRD Kota Payakumbuh dengan Sekda Rida Ananda didampingi Ance Alfiando mewakili Kepala Dinas Sosial. Pansus II dihadiri lengkap Armen Faindal Wakil Ketua DPRD sekaligus Kordinator Pansus II,  Wakil Ketua Pansus II Edward DF,  sekretaris Yernita dan anggota Ahmad Ridha,  Zainir,  dan Nasrul. 

 “Kita meminta data terakhir KK calon penerima BLT dari APBD Kota kepada Sekdako Rida Ananda, menyusul setelah dilakukannya verifikasi ulang oleh OPD terkait, ” ujar Ketua Pansus II DPRD Kota Payakumbuh YB. Dt.  Permata Alam.

Sekda yang hadir Raker kondisinya tidak sehat ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan sakit yang diterbitkan dr. Zainab.  “Namun karena tanggungjawabnya terhadap masyarakat yang terdampak Covid 19 bapak sekda memaksakan hadir, ” ulas Ketua Pansus II. 

Dengan suara berat karena sakit, Sekda Rida Ananda menyampaikan, setelah diverifikasi ulang oleh jajaran OPD terkait untuk sementara data calon penerima BLT Kota Payakumbuh tercatat sebanyak10.257 KK.  “Itulah data sementara kita karena saat ini verifikasi masih berlangsung, ” kata Sekda. 

Dengan demikian data yang telah diverifikasi tim kelurahan se-Kota Payakumbuh malah angkanya bertambah.  Seperti disampaikan Camat,  Lurah dan Ketua LPM se-Kota Payakumbuh dalam Raker dan Hearing data calon penerima BLT tersebut 9.764 KK sebelumnya.  

Padahal hasil verifikasi yang dilakukan di tingkat kelurahan diindikasikan ada yang tidak layak menerima dan ditambah data yang dimasukkan oknum anggota DPRD.  Beredar kabar tak sedap, Wako Riza Falepi curiga ada oknum Dewan politisasi desakan pencairan dana bantuan Covid 19.

Setelah sekda Rida Ananda menyampaikan data tersebut,  Ketua Pansus II YB. Parmato membuka forum diskusi singkat karena mempertimbangkan kondisi kesehatan Sekda Rida Ananda. (Edw)