Dua Tersangka Pembuat dan Pengedar Uang Palsu Ditangkap Satreskrim Polres Payakumbuh

oleh -2.367 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Tidak butuh waktu lama bagi jajaran Satreskrim Polres Payakumbuh untuk mengungkap sekaligus meringkus 2 tersangka pelaku pencetak dan pengedar uang palsu di Payakumbuh.

Buktinya, hanya berselang tiga hari setelah menerima laporan dari korban yakni pemilik toko Pagaruyung Ponsel beralamat di Jalan Tan Malaka, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/K/225/VII/2020/Res, tanggal 24 Juli 2020, Tim Opsnal Satreskrim Polres Payakumbuh dibawah pimpinan Kasatreskrim AKP Mochammad Rosidi, berhasil meringkus 2 tersangka pembuat dan pengedar uang palsu tersebut.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan didampingi Kasatreskrim AKP Mochammad Rosidi dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres setempat, Senin (27/7/2020)  menjelaskan bahwa, kedua tersangka pelaku sindikat pembuat dan pengedar uang palsu yang berhasil diringkus itu masing-masing berinitial  MA (24 tahun) warga Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kemudian AA (32 tahun) warga Desa Suka Kaya, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumsel.

Modus kejahatan yang dilakukan kedua tersangka pembuat dan pengedar uang palsu tersebut dengan cara membeli 5unit handphone di Toko Pagaruyung Ponsel beralamat di Jalan Tan Malaka, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh Jumat (24/7/2020) sekira pukul, 18.45 Wib.

“Kedua tersangka dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat nomor polisi BA 3491 HI datang ke Payakumbuh dengan maksud mengedarkan uang palsu. Kedua tersangka menggunakan uang palsu dicampur dengan uang asli membeli 5 Unit HP di Toko Pagaruyuang Ponsel Payakumbuh,” ujar AKBP Dony Setiawan.

Dingkapkan AKBP Dony Setiawan, 5 unit HP tersebut dibeli seharga Rp17.000.000.-, dimana tersangka membayar menggunakan campuran uang asli dan palsu yaitu Rp3 juta uang asli dan Rp14 juta uang palsu.

“ Rp13 juta uang palsu tersebut terdiri dari 28 lembar pecahan Rp100 ribu dan 224 lembar pecahan Rp50 ribu. Cara ke dua pelaku mengelabui penjual adalah meletakkan uang asli di bagian atas dan bawah tumpukan uang,” beber AKBP Dony Setiawan.

Setelah mendapat laporan dari korban terjadinya tindak kejahatan tersebut, anggota Opsnal Satreskim Polres Payakumbuh melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku.

“Minggu, 26 juli 2020 sekira pukul 09.00 Wib, Tim Opsnal Satreskim Polres Payakumbuh berhasil mengamankan pelaku berintial MA di kantor Koperasi Ramora, Kota Padang Panjang. Dari tangan tersangka MA berhasil disita Barang Bukti (BB) berupa 1 unit HP OPPO Reno 3, 1 unit HP IPhone 7 Plus, 65 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan 78 lembar uang palsu pecahan Rp10 ribu,” ulas AKBP Dony Setiawan.

Lebih jauh diungkapkan AKBP Dony Setiawan, dihari yang sama Minggu sore (26/7/2020) pukul 17.30 WIB, Tim Opsnal Satreskim Polres Payakumbuh berhasil pula meringkus tersangka AA di Koperasi Karya Sampurna, Batu Gadang, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok.

“Dari tangan tersangka AA disita barang bukti (BB) berupa 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam bis merah No Pol BA 3491 HI, 1 unit printer merk EPSON, satu unit Handphone merk Samsung type GTE1772, 1 rim kertas HVS warna merah, 1 rim kertas cover paper warna putih, 30 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu, 1 buah pisau cutter merk kenko warna merah,” ulas AKBP Dony Setiawan.

Menurut AKBP Dony Setiawan, sesuai pengakuan tersanghka AA kepada anggota Satreskrim Polres Payakumbuh, dia membuat uang palsu dengan cara memfoto copy uang asli menggunakan satu unit printer merk EPSON dengan mnggunakan kertas jenis cover paper warna putih selanjutnya dipotong sesuai dengan ukuran uang asli.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedya tersangka MA dan AA berikut Barang Bukti (BB) sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh. Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 244 jo pasal 245 KUHP, ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas AKBP Dony Setiawan. (edw)