Dugaan Pelanggaran, GAKKUMDU Panggil CALEG DPR-RI Dapil Sumbar II

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Kabupaten Limapuluh Kota yang beranggotakan BAWASLU, Kepolisian dan Kejaksaan memanggil atau melakukan klarifikasi terhadap CALEG DPR-RI Dapil Sumbar II, Mulyadi terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kegiatan Bazar.

Tidak hanya mantan anggota DPR-RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, pemanggilan juga dilakukan terhadap tiga Caleg Partai Demokrat lainnya, yakni Aida (Caleg dan Juga anggota DPRD Provinsi Sumbar), Wendi Chandra serta Khairul Efendi, Caleg DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Partai Demokrat.

Pemanggilan terhadap Calon Anggota Legislatif (CALEG) itu dilakukan pada Selasa dan Rabu,  23-24 Januari di Sekretariat GAKKUMDU Di Kantor BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota Kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau.

Koordinator GAKKUMDU Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljannata membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan terhadap sejumlah CALEG diberbagai tingkatan terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota.

” Iya, kita melakukan pemanggilan terhadap sejumlah CALEG terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kegiatan Bazar,” sebut Ismet Aljannata, Rabu siang 24 Januari 2024.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menambahkan, Caleg DPR-RI Dapil Sumbar II itu dipanggil pada Rabu dan menjalani pemeriksaan atau klarifikasi hingga pukul 19.30 Wib.

” Untuk Caleg DPR-RI yang kita panggil kemarin, datang sekitar pukul 13.00 Wib hingga pukul 19.30 Wib untuk diklarifikasi,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, dua daerah tempat Caleg tersebut melakukan kegiatan Kampanye dalam bentuk Bazar dilakukan di Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Limapuluh Kota.

” Kegiatan Kampanye dan juga Bazar dilakukan didua tempat, yakni di Kecamatan Payakumbuh dan di Kecamatan Bukik Barisan.” Tutup Koordinator PPPS BAWASLU tersebut.

Saat pemanggilan Aida maupun Khairul Efendi untuk Klarifikasi, juga terlihat hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Wendi Chandra yang juga Politisi Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota, Wendi datang usai Aida san Khairul Efendi selesai menjalani Klarifikasi.

Sementara Caleg Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, Aida saat dikonfirmasi terkait proses pemanggilan atau klarifikasi yang dilakukan GAKKUMDU, menyebutkan bahwa sebagai warga Negara yang baik, ia perlu menjelaskan/memberikan klarifikasi terhadap apa yang terjadi sebenarnya.

” Sudah, tidak ada persoalan. Ini terkait pemberian pak Mulyadi yang ada merek pak Mulyadi. Itu sebenarnya adalah beras yang dibeli di BAZAR murah,” jelas Aida.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menambahkan, dalam klarifikasi itu ia diajukan sekitar 24 pertanyaan.

” Sekitar 24 pertanyaan yang diajukan dan sudah selesai,” tambahnya.

Sementara terkait pengaduan masyarakat itu, Aida menanggapi santai, sebab menurutnya dalam Pemilu ada yang perlu disampaikan oleh masyarakat. Untuk itu ia perlu memberikan penjelasan sehingga tidak timpang tindih. ia juga siap untuk mengikuti proses selanjutnya.

” Dalam Pemilu ada yang perlu disampaikan oleh masyarakat. Untuk itu perlu kita memberikan penjelasan sehingga tidak timpang tindih. Saya siap untuk mengikuti proses selanjutnya.” Tutupnya. (Edw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *