Dugaan Pidana Pemilu Mulyadi, CALEG DPR-RI Sumbar 2 Dihentikan

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Limapuluh Kota menghentikan Proses Temuan Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu yang melibatkan Calon Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (DAPIL) Sumatera Barat II, Mulyadi, Caleg DPRD Provinsi Sumatera Barat, Aida serta Calon Anggota Legislatif (CALEG) DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Khairul. Dengan dihentikannya proses itu, maka temuan itu tidak bisa ditingkatkan ke tahap Penyidikan.

Sebelumnya temuan tersebut diregister dengan Nomor temuan 002/REG/TM/PL/Kab/03.10/2024. Pemberitahuan penghentian Proses Temuan Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu itu sesuai dengan Formulir Model B.18 tentang Pemberitahuan Status Laporan tanggal 30 Januari 2024, Pemberitahuan Status Laporan itu ditandatangani Ketua BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra.

Sementara Yoriza Asra saat dikonfirmasi terkait hal itu, membenarkan bahwa Laporan Dugaan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilu yang melibatkan Mulyadi, Aida dan Khairul Efendi telah dihentikan atau tidak bisa diteruskan ke tahap selanjutnya.

” Iya, terkait dengan temuan dan laporan dengan terlapor Mulyadi, kami sudah melakukan proses penanganan Tindak Pidana Pemilu di Sentra GAKKUMDU Kabupaten Limapuluh Kota, dan dari hasil serta fakta yang didapat dari klarifikasi dan penyelidikan, seluruh fakta itu, ada beberapa unsur yang tidak terpenuhi,” sebut Ketua BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra didampingi Anggota BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljannata, Minggu oagi 11 Februari 2023 usai kegiatan Apel Patroli Pengawasan Pemilu serentak tahun 2024.

Yori juga menjelaskan, unsur yang tidak terpenuhi dalam dugaan Tindak Pidana Pemilu itu ada pasal Pidana 523 ayat 1, sehingga sentra GAKKUMDU Kabupaten Limapuluh Kota yang terdiri dari unsur BAWASLU, POLRI dan Kejaksaan memutuskan bahwa temuan dan laporan tersebut tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan.

” Unsur yang tidak terpenuhi dalam dugaan Tindak Pidana Pemilu itu ada pasal Pidana 523 ayat 1, sehingga sentra GAKKUMDU Kabupaten Limapuluh Kota yang terdiri dari unsur BAWASLU, POLRI dan Kejaksaan memutuskan bahwa temuan dan laporan tersebut tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan, jelasnya.

Selain itu Yori juga menyayangkan bahwa, dalam proses penanganan dugaan Tindak Pidana Pemilu tersebut juga terdapat saksi yang tidak hadir.

” Dari saksi yang sudah kami periksa, pelapor dan terlapor itu belum memenuhi unsur dari ketiga pasal tersebut.” Tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Kabupaten Limapuluh Kota yang beranggotakan BAWASLU, Kepolisian dan Kejaksaan memanggil atau melakukan klarifikasi terhadap CALEG DPR-RI Dapil Sumbar II, Mulyadi terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kegiatan Bazar.

Tidak hanya mantan anggota DPR-RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, pemanggilan juga dilakukan terhadap tiga Caleg Partai Demokrat lainnya, yakni Aida (Caleg dan Juga anggota DPRD Provinsi Sumbar), Wendi Chandra serta Khairul Efendi, Caleg DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Partai Demokrat.

Pemanggilan terhadap Calon Anggota Legislatif (CALEG) itu dilakukan pada Selasa dan Rabu,  23-24 Januari di Sekretariat GAKKUMDU Di Kantor BAWASLU Kabupaten Limapuluh Kota Kawasan Tanjung Pati Kecamatan Harau.

Koordinator GAKKUMDU Kabupaten Limapuluh Kota, Ismet Aljannata membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan terhadap sejumlah CALEG diberbagai tingkatan terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota.

” Iya, kita melakukan pemanggilan terhadap sejumlah CALEG terkait dugaan/terindikasi pelanggaran bagi-bagi materi lainnya berbentuk SEMBAKO yang dilakukan pada pertengahan Desember dan akhir Desember 2023 di dua tempat berbeda di Kabupaten Limapuluh Kota dalam kegiatan Bazar,” sebut Ismet Aljannata, Rabu siang 24 Januari 2024.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menambahkan, Caleg DPR-RI Dapil Sumbar II itu dipanggil pada Rabu dan menjalani pemeriksaan atau klarifikasi hingga pukul 19.30 Wib.

” Untuk Caleg DPR-RI yang kita panggil kemarin, datang sekitar pukul 13.00 Wib hingga pukul 19.30 Wib untuk diklarifikasi,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, dua daerah tempat Caleg tersebut melakukan kegiatan Kampanye dalam bentuk Bazar dilakukan di Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Limapuluh Kota.

” Kegiatan Kampanye dan juga Bazar dilakukan didua tempat, yakni di Kecamatan Payakumbuh dan di Kecamatan Bukik Barisan.” Tutup Koordinator PPPS BAWASLU tersebut.

Saat pemanggilan Aida maupun Khairul Efendi untuk Klarifikasi, juga terlihat hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Wendi Chandra yang juga Politisi Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota, Wendi datang usai Aida san Khairul Efendi selesai menjalani Klarifikasi.

Sementara Caleg Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat, Aida saat dikonfirmasi terkait proses pemanggilan atau klarifikasi yang dilakukan GAKKUMDU, menyebutkan bahwa sebagai warga Negara yang baik, ia perlu menjelaskan/memberikan klarifikasi terhadap apa yang terjadi sebenarnya.

” Sudah, tidak ada persoalan. Ini terkait pemberian pak Mulyadi yang ada merek pak Mulyadi. Itu sebenarnya adalah beras yang dibeli di BAZAR murah,” jelas Aida.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu juga menambahkan, dalam klarifikasi itu ia diajukan sekitar 24 pertanyaan.

” Sekitar 24 pertanyaan yang diajukan dan sudah selesai,” tambahnya.

Sementara terkait pengaduan masyarakat itu, Aida menanggapi santai, sebab menurutnya dalam Pemilu ada yang perlu disampaikan oleh masyarakat. Untuk itu ia perlu memberikan penjelasan sehingga tidak timpang tindih. ia juga siap untuk mengikuti proses selanjutnya.

” Dalam Pemilu ada yang perlu disampaikan oleh masyarakat. Untuk itu perlu kita memberikan penjelasan sehingga tidak timpang tindih. Saya siap untuk mengikuti proses selanjutnya.” Tutupnya. (Edw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *