“Dukun” Ditangkap Ospnal Satreskrim Polres 50 Kota

oleh -10.849 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Ada-ada saja tingkah seorang pria di salah satu kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota-Sumatera Barat ini, bukannya banyak dirumah dan berbuat kebaikan setelah kembali fitrah, justru ia kembali melakukan perbuatan dosa dan melanggar hukum, akibatnya ia harus “Lockdown” di balik jeruji besi Mapolres Limapuluh Kota dikawasan Ketinggiam Kecamatan Harau.

Ya, HW panggilan IL (32) salah seorang warga yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang cat, harus berurusan dengan pihak kepolisian karena ulahnya sendiri yang mengaku sebagai dukun dan pandai mengobati berbagai penyakit. Bukannya malah sehat, korban justru malah dikerjai oleh aksi keji sang ” Dukun”. Akibatnya, ia ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota yang langsung dipimpin, AKP. Zul Andri, KBO. Satreskrim, IPTU. Armi Ariosa serta Kanit Reskrim, APDA. Bainur.

Tersangka IL dibekuk Tim Reskrim pada Jumat 29 Mei 2020 sekitar pukul 15.30 Wib di salah satu Jorong di Kecamatan Guguak. Ia dibekuk setelah pihak keluarga korban, sebut saja Mawar melapor ke Mapolres Limapuluh Kota bahwa anak mereka yang masih kelas 2 SLTP itu diduga menjadi korban nafsu setan tersangka. Dari laporan yang mendapat atensi dari Kapolres itu, Tim Reskrim bergerak cepat membekuk tersangka IL. Hasilnya, ia dengan mudah dibekuk.

Kepada Polisi, tersangka mengaku telah beberapa kali menyetubuhi korban yang masih tetangganya itu, bahkan untuk memuluskan aksi bejat itu, ia tak segan-segan mengancam akan membunuh korban jika berani melapor kepada orang tuanya. Tersangka yang mengaku sebagai orang pintar “dukun” itu memperdayai korban dengan menyebutkan ia pandai mengobati dan mengurut. Karena korban pernah mengeluh badannya sakit dan butuh diurut, saat itulah korban melakukan aksinya.

Terbongkarnya perbuatan tersangka, berawal dari kecurigaan paman Mawar yang sering melihat tersangka datang kerumahnya dengan alasan akan mengurut Mawar. Dari kecurigaan itu, sang paman meminta Ponakan yang tinggal dirumahnya bersama ibunya itu untuk jujur dan berterus terang. Dari mulut Mawar akhirnya muncul pengakuan kalau ia kerap disetubuhi oleh pelaku, bahkan ia juga kerap diancam. Aksi bejat itu dilakukan tersangka saat mengurut korban Mawar dirumah pamannya itu.

” Iya, kita mengamankan seorang pria yang diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Kejadian itu diketahui ibu korban setelah paman korban bercerita kepadanya terkait perbuatan tersangka. Hingga mereka melapor ke Mapolres.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo didampingi Kasat Reskrim, AKP. Zul Andri, KBO. Satreskrim, IPTU. Armi Ariosa serta Kanit Reskrim, APDA. Bainur, Jumat 29 Mei 2020 sekitar pukul 19.00 Wib.

AKBP. Sri Wibowo juga menambahkan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, semua pihak Ditengah-tengah masyarakat diminta untuk lebih meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Terutama orang-orang yang terdekat anak juga harus lebih peduli.

“Kedepan, mari kita terus tingkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak dan kemenakan. Semoga kasus serupa tidak terulang lagi.” Ucapnya diamini AKP. Zul Andri. (Edw).