Dunia Pendidikan Tercoreng, Video Mesum Pelajar SMA Viral

oleh -1.009 views

Nasional,dekadepos.com

Dunia pendidikan kembali di hebohkan dengan beredarnya video mesum yang diduga diperankan pelajar SMA, di salah satu sekolah di Kabupaten Mediun.

Informasi yang berhasil dihimpun, video tersebut berdurasi enam menit 59 detik. Terlihat seorang pria dan wanita muda bertelanjang bulat sedang melakukan hubungan suami istri. Kini video itu viral beredar melalui pesan instan WhatsApp di kalangan pelajar.

Kedua pelaku video mesum itu diperankan siswi di SMA Negeri dan siswa SMK swasta di Caruban.Pelaku wanita berinisial P, sedangkan pelaku pria berinisial R. Kepala Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Agus Prasetyo membenarkan salah satu pelajar pemeran video mesum itu adalah warganya berinisial P (16).

Saat ini, kasus beredarnya video mesum itu sudah ditangani Polres Madiun. “Jadi yang perempuan itu memang benar warga kami berinisial P. Sementara pelajar laki-laki berinisial R, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan. Tetapi saat ini kasusnya sudah ditangani Polres Madiun,” jelas Agus, Kamis ( 24/1/2019) siang.

Dua orang pelajar yang menjadi pameran adegan mesum dalam video Madiun yang viral, sudah keluar dari sekolahnya.

Keduanya keluar setelah video adegan mesum mereka menyebar di media WhatsApp.

Dua siswa berinisial P dan R itu sudah tidak lagi duduk di bangku SMA. Humas SMK PGRI 2 Mejayan Aan Chandra menyatakan, siswanya berinisial R sudah keluar dari sekolah sejak video mesum yang diperankan bersama P viral di WhatsApp.

“Dahulu memang R pelajar di sini. Tetapi sudah dikeluarkan semenjak minggu kedua Desember 2018,” kata Aan.

Menurut Aan, sebelum keluar dari sekolah, R memiliki rekam jejak sekolah yang tidak baik.

Saat masih sekolah R sering tidak masuk sekolah tanpa kejelasan. “Bahkan setelah UTS, R tidak masuk satu minggu tanpa keterangan,” ungkap Aan.

Sementara Kepala Desa Blabakan, Agus Prasetyo menyatakan warganya berinisial P yang memerankan adegan dalam video mesum viral sudah keluar dari bangku SMAN 2 Mejayan. “Sudah dipindahkan keluarganya ke sekolah lain,” kata Agus. Pemindahan sekolah P juga atas kesepakatan keluarga, pihak sekolah dan pemerintah desa.(*)

Sumber:tribunnews