Fraksi Partai Gerindra Ajak Semua Pihak Bertafakur dan Berharap Wakil Rakyat Selalu Berada di Jalan yang Benar

oleh -467 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Ada yang menarik dalam sidang DPRD Kabupaten Limapuluh Kota yang digelar di ruang sidang DPRD setempat dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap nota APBD Perubahan 2021, Senin, (14/9/2021).

Juru bicara Fraksi Partai Gerindra, Khairul Apit, mengajak masyarakat dan peserta sidang yang dipimpin Ketua DPRD, Deni Asra, juga dihadiri Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, Forkopimda, para OPD serta instansi vertikal yang ada di Lingkungan Pemkab setempat, para pimpinan partai politik serta sejumlah tokoh masyarakat, untuk bertafakur sejenak sambil membaca doa dan berharap agar damailah negeri ini.

Khairul Apit tak hanya sebatas mengajak masyarakat bertafakur, namun dia juga meminta kepada semua pihak memberikan kesempatan kepada pemimpin Limapuluh Kota agar bisa menyelesaikan tugasnya sesuai dengan Visi- Misi-nya hingga 2024 nanti, disampingi itu dia berharap agar wakil rakyat selalu berada di jalan yang benar.

Meski pun ajakan bertafakur yang disampaikan Khairul Apit hanyalah hal biasa, namun dari ungkapan yang disampaikan kader Partai Gerindra itu, punya makna sangat dalam untuk direnungi.

Betapa tidak, mengawali pandangan umum Fraksi Partainya, Khairul Apit menyatakan bahwa, guncangan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan selama ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pendapatan Daerah Kabupaten Limapuluh Kota terus mengalami tekanan seiring melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan nasional.

“Dalam rangka rancangan APBD Perubahan 2021 ini, Frakri Partai Gerindra meminta penambahan anggaran, pengurangan anggaran, pengalihan anggaran, dan bahkan penghapusan anggaran, harus berdasarkan prinsip efisiensi dan efektivitas penggunaannya,” ujar Khairul Apit.

Dinyatakan Khairul Apit, setelah mencermati dan mempelajari Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021, Fraksi Gerindra memandang perlu untuk memberikan saran dan catatan-catatan antara lain tentang Pendapatan Daerah.

“PAD mengalami penurunan sebesar Rp793.796.932 yang semula direncanakan sebesar Rp102.717.000.000,- menjadi sebesar Rp101.923.203.068. Sedangkandana Perimbangan (Dana Transfer) mengalami penurunan 1,36% atau sebesar Rp22.202.512.790. Pendapatan Daerah lain-lainnya yang sah juga mengalami kenaikan sebesar Rp15.154.986.969. yang semula sebesar Rp71.694.662.041.menjadi Rp. 86.849.649.010. Belanja Barang dan Jasa di perubahan APBD tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp37.351.018.489. Pendapatan Asli Daerah yang mengalami penurunan adalah akibat pandemi Covid-19 dan selama penetapan PPKM sedangkan untuk belanja barang dan jasa mengalami kenaikan, Fraksi Gerindra meminta keterangan dari Bupati apabila pertumbuhan ekonomi kita minus di triwulan II, strategi apa yang harus kita lakukan untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Khairul Apit.

Ditekankan oleh Khairul Apit, diminta Pemerintah Daerah meningkatkan penyerapan anggaran Pendapatan Daerah, mengingat bahwa Tahun Anggaran 2021 hanya menyisakan waktu 3 bulan kedepan.

“Artinya, semua OPD harus meningkatkan kinerja, agar kegiatan-kegiatan yang ditetapkan di APBD Induk maupun di APBD perubahan bisa terlaksana. Prioritas kegiatan-kegiatan yang menyangkut kepentingan serta berdampak secara langsung kepada masyarakat, dalam hal ini adalah kegiatan yang berbentuk fisik, hibah dan bansos yang tidak terlaksana di APBD induk agar dilaksanakan kembali di APBD perubahan Tahun Anggaran 2021,” pinta Khairul Apit.

Pada kesempatan itu, Khairul Apit meminta kepada Bupati melalui Dinas, terkait untuk melakukan kajian pembelian jembatan belly untuk mengantisipasi terisolasinya suatu kawasan atau Nagari akibat bencana alam seperti terjadi di Simpang Sugiran yang diakibatkan robohnya sebuah jembatan.

“Fraksi Gerindra juga meminta Bupati melalui dinas terkait atau PU dan BPBD untuk lebih proaktif, seperti hal yang terjadi di Simpang Sugiran, yang semestinya mendapatkan perlakuan khusus karena sebab diakibatkan oleh bencana alam. Disamping itu, Pemerintah Daerah untuk tetap waspada dengan segala kemungkinan terburuk. Persiapan peralatan dan personil dan kebutuhan lainya untuk menghadapi cuaca yang cukup ekstrim beberapa hari terakhir ini,” pinta Khairul Apit.

Dipenghujung pandangan umum Fraksi Gerindra, Khairul Apit  sempat mengkritisi komitmen Pemerintah Daerah terhadap petani yang terkesan masih setengah hati. terutama pada saat ini, petani menjerit akibat kenaikan harga pupuk dan pestisida, sementara nilai jual produk tani menurun  alias terjun bebas. (ds)

No More Posts Available.

No more pages to load.