Galang Aksi Kemanusian, ACT Hadir di Luak Limopuluah

oleh

PAYAKUMBUH,dekadepos.com –

Meskipun ekonomi masyarakat negeri ini babak belur akibat dampak pandemi Covid-19, ternyata keterpurukan ekonomi akibat wabah menakutkan itu tidak menjadi penghalang bagi umat untuk berbuat baik bagi sesama.

Hal ini terbukti, pada bulan Ramadhan tahun lalu, aksi kemanusian lewat bantuan sosial yang dikelola Aksi Cepat Tanggap (ACT), khususnya untuk  daerah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, transaksi atau nilai sedekah masyarakat jauh meningkat dibandingkan Ramadhan tahun lalu.

Hal itu diungkapkan Kepala Cabang ACT Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Dana Kurnia, dalam konferensi pers Peluncuran Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan yang digelar, Kamis (8/4/2021).

Diakui Dana Kurnia, kehadiran ACT di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, adalah atas harapan dan keinginan masyarakat agar dapat berkontribusi mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

“Kehadiran organisasi ACT, untuk menjadi penghubung antara dermawan yang ingin menyalurkan sebagian rezekinya kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Dana Kurnia.  

Diungkapkannya, selama ini para dermawan memiliki rezeki dan niat untuk berbagi, namun mereka tidak memiliki waktu, kesempatan, bahkan tidak tahu akan disalurkan kepada siapa sedekahnya tersebut. ACT hadir untuk memfasilitasinya.

Dana Kurnia mengakui, transaksi dan nilai sedekah masyarakat mengalami kenaikan dibanding sebelum masa Pandemi Covid-19, meskipun musibah itu membuat perekonomian melemah, bahkan sampai lumpuh.

“Pandemi Covid-19 menumbuhkan dan meningkatkan rasa berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, meskipun secara statistik tingkat perekonomian melemah,” ungkap Dana Kurnia.

Dana Kurnia juga menyebutkan, pada Ramadhan 1442 H, ACT meluncurkan gerakan sedekah pangan ramadhan dengan tema “Ramadan 2.0 tanpa batas”

“Sama-sama kita ketahui, pada awal ramdahan tahun lalu, dengan datangnya pendemi covid-19 ketika itu begitu mencekam. Kita tidak sholat tarawih di masjid, tempat ibadah kita tutup. Kemudian banyak guja diantara saudara kita yang kehilangan pekerjaan dan mata pencarian. Insya Allah, ACT menghadirkan manfaat wakaf air minum, beras. Dan kita ingin hadir dan membantu saudara kita yang menerima mamfaat. ACT hanya penghubung dari orang-orang dermawan untuk orang penerima mamfaat. Baik global zakat, global qurban dan global wakaf,” ujar Dana Kurnia.

Diakui Dana Kurnia, baru-baru ini ACT langsung turun melihat saudara kita yang tertimpa bencana alam angin puting beliung yang melanda Payakumbuh dan Limapuluh kota.

Kita juga punya program kapal ramadhan Mentawai, disamping sedekah pangan ramadhan. Dimana kita memberikan bantuan kepada saudara kita di penjuru dunia. Dengan program zakat, kita punya program sahabat guru indonesia. Zakat produktif, wakaf muzhaf.

Sementara itu, Kasubag Kesejahteraan Sosial Setdako Payakumbuh Wirman menyebutkan ACT organisasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pada masa pendemi justeru meningkatnya penyaluran zakat, sedekah dan wakaf melalui ACT.

“Kami dari Pemerintah Kota Payakumbuh, menyampaikan terimakasih banyak dengan telah adanya perwakilan ACT di Payakumbuh. Meski beberapa kali kami sudah melakukan aksi penyaluran donasi kepada masyarakat bersama ACT. Kami berharap keberadaan acat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya. (ds)