Gali Potensi Daerah, Basri Latief Study Komparatif ke Dishub Kota Pekanbaru

oleh -303 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Dalam rangka menggali potensi atau lumbung pemasukan bagi daerah, anggota DPRD Kota Payakumbuh, Basri Latief, SH, melakukan kunjungan kerja atau study komparatif ke Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (7/2/2019).

Kegiatan study komparatif perorangan yang dilakukan Sekretaris Komisi C DPRD Kota Payakumbuh ke Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Riau, itu berhasil mendapat masukan atau informasi terkait potensi atau sumber pemasukan bagi keuangan daerah (PAD) yang dapat digali atau bersumber dari retribusi pajak yang dikelola oleh pihak pengusaha swasta seperti pusat perbelanjaan modren, gedung pertemuan dan gedung parkir, rumah sakit dan tempat-tempat lainnya milik Pemerintah Daerah.

“Pemasukan dari potensi pajak retribusi ini mencapai 30 persen dari pendapatan. Artinya, jika ada pemunggutan jasa parkir yang dikelola di tempat atau fasilitas pemerintah, maka lembaga yang mengelola jasa peparkiran tersebut harus menyetorkan sebesar 30 persen dari pendapatannya kepada pemerintah daerah sebagai pemasukan dari jasa retribusi pajak, “ ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru melalui Kabid Angkutan, Sunarko, seperti diungkapkan oleh Basri Latief.

Menurut Ketua DPC Partai Hanura Kota Payakumbuh, yang kini mencalonkan diri lagi sebagai anggota DPRD pada Pemilu 2019 untuk daerah pemilihan Payakumbuh Barat ini, potensi pemasukan sebanyak 30 persen dari sektor retribusi pajak seperti halnya yang dikelola Dinas Perhubungan Pemko Pekanbaru ini, perlu diterapkan di Kota Payakumbuh.

Pasalnya, ulas Basri Latief, potensi pendapatan daerah dari retribusi pajak yang dapat diperoleh dari pendapatan jasa parkir ditempat atau lokasi milik Pemko, seperti rumah sakit, gedung pertemuan, pusat perbelanjaan modren dan luar badan jalan itu belum tergarap secara maksimal.

“Hasil study komparatif ke Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru ini, menjadi bahan bagi dirinya dalam rapat-rapat pembahasan anggaran dengan mitra kerja nantinya di DPRD Kota Payakumbuh,” ungkap Basri Lateif.

Basri Latief mengaku selain mendapat masukan soal retribusi pajak 30 persen, dia juga mendapat masukan dari Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru tentang potensi pemasukan dari bidang keur kendaraan bermotor, pengelolaan terminal dan pengelolaan parkir di luar badan jalan.

“Untuk mengatasi terjadinya kebocoran pemasukan dari bidang peparkiran di luar badan jalan, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru berencana akan membuat kebijakan akan menenderkan pengelolaan parkir di luar badan jalan kepada pihak ketiga. Kalau penyerahan jasa parkir di luar badan jalan, dengan pola ditenderkan tersebut menguntungkan bagi daerah, tentunya hal ini dapat ditiru oleh Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh,” pungkas Basri Latief. (ds)