Gerakan Jaga Keluarga, P2TP2A Bukittinggi Gelar Webinar

oleh -49 views

Bukittinggi, dekadepos.com

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bukittinggi menggelar seminar secara online atau yang lebih dikenal dengan Webinar, yang bertemakan Berjarak yang berarti Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita, Sehat Fisik dan Mental Menghadapi Covid-19, Selasa (12/5).

 

Webinar yang digagas Ketua P2TP2A Kota Bukittinggi Ny.Yesi Endriani Ramlan Nurmatias tersebut menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  dan KB, Tati Yasmarni, Ketua HIMPSI Sumatera Barat, Zera Mendoza dan Ketua IDI Kota Bukittinggi dr.Romi Yusardi,  dengan peserta webinar peserta sekolah keluarga, anggota PKK Kota Bukittinggi, forum anak, Satgas P2TP2A dan Satgas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

 

Ny.Yesi Endriani Ramlan Nurmatias pada kesempatan itu mengatakan dimasa pandemi ini merupakan masa yang tidak normal, dimana harus tinggal di rumah sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 ini, apabila adanya rasa kekhawatiran yang timbul adalah suatu hal yang wajar namun bagaimana kita bisa bersahabat dengan covid-19 tersebut.

 

“dimasa yang tidak normal ini bagaimana kita bisa bersahabat dengan covid -19 ini sehingga aktifitas bisa berjalan seperti hari ini, walau tidak bisa bertemu dalam suatu ruangan sebagaimana yang kita lakukan tetapi hari ini kita masih bisa bertemu melalui media”, jelas Yesi Endriani Ramlan Nurmatias.

 

Kemudian, Yesi Endriani menjelaskan, kondisi yang dialami ini adalah tidak hanya di Bukittinggi atau Indonesia saja, tetapi adalah dialami oleh dunia, dan kejadian ini, tentunya atas izin Allah SWT, untuk itu harus sabar dan bisa menyikapi nya. Kata kunci yang harus kita sikapi dalam masa pandemi ini adalah jangan pernah stress, karena stress akan menurunkan imun tubuh, untuk itu kita harus patuh dengan himbauan – himbauan pemerintah, ucapnya.

 

Dikatakan,untuk mencegah penularan virus corona pada kelompok rentan seperti perempuan dan anak adalah dengan tetap menjaga sistim imun tubuh dengan melakukan pola hidup sehat dan bagaimana saat ini hatinya PKK itu betul – betul ada manfaatnya, makan makanan yang bergizi seimbang dan yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersih – bersih, PHBS kita harus berjalan, apabila tidak ada hal yang penting jangan keluar rumah”, ungkapnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas P3APPKB,Tati Yasmarni mengatakan, bahwa gerakan Berjarak yang mempunyai sasaran anggota keluarga yang meliputi perempu an, anak, lansia dan penyandang disabilitas ini mempunyai prinsip mengaktifkan relawan dalam mengalirkan informasi dari masyarakat kepada pemerintah atau sebaliknya. Dengan cara itu diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan efektifi tas  pesan – pesan pemerintah tentang penanganan Covid-19 dan sebaliknya pe merintah juga memperoleh informasi terkini tentang kondisi aman bagi perempu an, anak dan keluarga.  

 

“adapun sepuluh aksi berjarak tersebut adalah, aksi tetap dirumah, aksi hak perempuan dan anak terpenuhi, aksi alat perlindungan diri tersedia, aksi jaga diri, keluarga dan lingkungan, aksi membat tanda peringatan, aksi menjaga jarak fisik, aksi mengawasi keluar masuk orang dan barang, aksi menyebarkan informasi yang benar, aksi aktivasi media komunikasi online dan aksi aktivasi rumah rujukan sehingga perempuan, anak dan keluarga tetap bersemangat dirumah saja dan terpenuhinya hak – hak dasar perempuan dan anak”, ungkapnya.( Edis )