GERCEP, SATLANTAS Polres 50 Kota Tindaklanjuti Maklumat Kapolda SUMBAR

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Satuan Lalulintas Polres 50 Kota bergerak cepat tindaklanjuti maklumat Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Suharyono nomor : Mak/01/I/2024 Tentang Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Tekhnis (Bising/Brong). Kasat Lantas Polres 50 Kota, IPTU. A. Riadi didampingi jajaran Satlantas melakukan sosialisasi dan pemasangan maklumat itu ke berbagai Toko Sparepart sepeda motor dan bengkel yang ada di wilayah hukumnya. Selain itu, juga dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Kepada pemilik toko, IPTU. A. Riadi menyarankan untuk tidak menjual Knalpot Brong, hal itu juga disampaikan kepada pemilik bengkel servis dan masyarakat yang tengah memperbaiki/servis kendaraan roda dua (R2) mereka. Menurut IPTU. A. Riadi, selain menindaklanjutinya Maklumat Kapolda Sumbar, sosialisasi dilakukan untuk mewujudkan kenyamanan ditengah-tengah masyarakat.

” Iya, kita giatkan sosialisasi kepada pengusaha/pedagang sparepart maupun pemilik bengkel dan masyarakat untuk tidak menggunakan knalpot brong yang suaranya sangat meresahkan masyarakat,” sebut Kapolres 50 Kota, AKBP. Ricardo Condrat Yusuf melalui Kasat Lantas Polres 50 Kota, IPTU. A. Riadi, Rabu sore 10 Januari 2024.

Perwira Polisi dengan pangkat dua balok dipundak itu juga menambahkan, kegiatan yang ia lakukan bersama jajaran Satlantas merupakan tindaklanjuti dari maklumat Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Suharyono nomor : Mak/01/I/2024 Tentang Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Tekhnis.

” Tentu kegiatan yang kita lakukan ini sebagai tindaklanjuti dari maklumat Bapak Kapolda Sumatera Barat, Irjen. Suharyono nomor : Mak/01/I/2024 Tentang Larangan Penggunaan Knalpot Tidak Sesuai Spesifikasi Tekhnis,” tambahnya.

IPTU. A. Riadi juga menyebutkan, meski penggunaan knalpot racing/brong di wilayah hukum Polres 50 Kota terbilang rendah, namun pihaknya (SATLANTAS) tetap imbau masyarakat untuk tidak menggunakan Knalpot tersebut, sebab nantinya akan dilakukan penindakan atau teguran kepada masyarakat yang masih menggunakan knalpot Brong.

” Penggunaan knalpot racing/brong di wilayah hukum Polres 50 Kota terbilang rendah, namun kota tetap imbau masyarakat untuk tidak menggunakan Knalpot tersebut, sebab nantinya akan dilakukan penindakan atau teguran kepada masyarakat yang masih menggunakan knalpot Brong.” Tegasnya.

Sementara dari Pantauan di Mapolres 50 Kota di kawasan Ketinggian Kecamatan Harau, seorang warga/masyarakat disaksikan anggota Satlantas membongkar dan mengganti knalpot racing/brong pada kendaraannya dengan knalpot standar.

Sebelumnya Kapolda Sumatera Barat mengeluarkan Maklumat yang diantaranya berisi  (1) Bagi pelaku usaha yang memproduksi, menjual dan memperdagangkan kendaraan bermotor dan knalpot kendaraan bermotor wajib mematuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik indonesia Nomor 56 Tahun 2019 tentang baku mutu kebisingan kendaraan bermotor, (2) Bagi pengguna kendaraan bermotor di jalan raya tidak diperbolehkan mempergunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (bising/brong), sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 285 ayat 1 berbunyi setiap pengendara yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti Spion, Lampu Utama, Lampu Rem, Klakson, pengukur kecepatan dan knalpot dipidana dengan Pidana atau denda, (3) Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan Maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (Edw).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *