Gila, Demi 20 Ribu Rupiah Anak Bawah Umur di Kab. 50 Kota Nekad Lakukan ini

oleh -150 views

Payakumbuh, Dekadepos.com

Peredaran dan Penyalahgunaan Nakoba jenis ganja kering, Sabu-sabu maupun pil Ektasi di Luak Limo Puluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) sudah sangat memiriskan. Selain tiga pasangan Suami Istri (Pasutri) yang berhasil dibekuk Tim Opsnal Satresnarkoba bersama BNNK Payakumbuh beberapa waktu lalu, Tim Gabungan yang lansung dipimpin Kasatresnarkoba, Iptu. Zulhendri itu juga berhasil mengungkap peredaran Narkoba yang dilakoni seorang Anak yang masih dibawah umur.

Penangkapan terhadap tersangka AM (16) dilakukan dengan cara menyamar (Under Cover Buy) oleh anggota Opsnal Satresnarkoba yang berpira-pura sebagai pembeli. Karena tidak curiga dengan anggota berpakaian preman tersebut, tersangka menyanggupi untuk melakukan transaksi Narkoba di depan SMP 1 Luak jorong Tabing Nagari SUNGAI Kamunyang Kecamatan Luak Kabupaten 50 Kota. Namun bukannya uang yang didapat oleh AM, tangannya justru harus diborgol oleh petugas yang melakukan penangkapan.

Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh aparatur jorong/nagari setempat, berhasil ditemukan Narkotika gol 1 jenis daun ganja kering yang disimpan dalam saku celana tersangka yang beralamat di Pincuran Gadang Jorong Tabing Nagari Sungai Kamunyang Kec Luak Kabupaten 50 Kota. Selain 2 paket kecil yang ditemukan itu, tersangka mengakui masih menyimpan puluhan paket ganja siap edar lainnya di kediaman orang tuannya.

“ Iya, kita berhasil membekuk seorang tersangka kasus Narkoba yang masih dibawah umur., ia kita bekuk berdasarkan informasi masyarakat yang mengaku resah dengan bisnis haram yang dijalankan tersebut. Selain tersangka, kita juga amankan barang bukti narkoba sebanyak 29 paket.” Sebut Kapolres Payakumbuh, AKBP. Endrasetiawan Setyowibowo melalui Kasatnarkoba Iptu. Zulhendri didampingi Kanit 1 Aiptu. Ardiyanto, Kasubag Humas Iptu. Hendri Has dan Paur Humas Ipda. Hendri Ahadi, Selasa 4 September 2018.

Iptu. Zulhendri juga menambahkan, puluhan paket ganja kering siap edar yang berhasil diamankan dari penangkapan terhadap tersangka beberapa waktu itu disimpan tersangka didalam sebuah tempat pemasak nasi elektrik di belakang kediaman orang tuannya.

Sementara tersangka AM kepada penyidik Satresnarkoba Polres Payakumbuh mengakui nekad menjadi pengedar Narkoba jenis ganja kering karena mengharap imbalan Rp. 20 ribua rupiah dari setiap paket ganja kering yang berhasil ia jual.

“ Saya mengharapkan upah 20 ribu perpaket yang berhasil saya jual pak. Untuk satu paket saya jual Rp. 50 ribu. Perharinya bisa laku 3 hingga 5 paket.” Ujarnya. (Edw)

No More Posts Available.

No more pages to load.