Gusmal Hadiri Sosialisasi LKAAM dan KAN se Kabupaten Solok

oleh -156 views
Gusmal Hadiri Sosialisasi LKAAM dan KAN se Kabupaten Solok
Gusmal Hadiri Sosialisasi LKAAM dan KAN se Kabupaten Solok
SOLOK, Dekadepos.com
Bupati Solok, H. Gusmal, hari Sabtu (25/7), menghadiri Acara Sosialisasi dan Singkronisasi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dan KAN se Kabupaten Solok, bertempat di  Guest House atau Rumah Dinas Bupati Solok.
Tampak hadir selain Bupati Solok, H. Gusmal, antara lain Ketua Umum LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal, dt. Rajo Lelo, SE, MM, Pengurus LKAAM, Syahrial dt. Bandaro Hitam,  Kadis Pariwisata, Nasripul Romika, Sekretaris umum LKAAM, Reflidon dan para Peserta pengurus LKAAM kecamatan dan KAN nagari se Kabupaten Solok .
Ketua pelaksana acara, Reflidon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada hari ini kita melaksanakan kegiatan Sosialisasi Dan Singkronisasi Kegiatan LKAAM Kab Solok Dengan LKAAM Kecamatan dan KAN Se Kabupaten Solok.
Peserta pada hari ini berasal dari LKAAM Kecamatan, KAN Nagari dari 4 Kecamatan diantaranya Kecamatan Bukit Sundi, Tigo Lurah, Lembang Jaya dan Lembah Gumanti dengan Jumlah peserta senanyak 40 orang.
Persoalan adat dengan pemerintah dan pemerintah nagari sering berbenturan, Dengan adanya kegiatan ini, Semoga persoalan yang ada di nagari dapat kita selesaikan. Kita perlu memahami posisi walinagari dan posisi niniak mamak. “Kemudian terakhir nantik kita akan melaksanakan Pengukuhan LKAAM kecamatan secara simbolis,” sebut H. Gusmal.
Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal, SE, MM, dalam arahannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran kita semua dalam rangka berdiskusi meningkatkan peranan Ninik mamak dalam proses pembangunan daerah kita Kabupaten Solok.
“Kita perluas memahami peran ninik mamak dalam pembangunan daerah kita. Dalam situasi saat ini covid-19 kita akan adakan kegiatan ini secara bertahap,” sebut H. Gusmal.
Disebutkan Bupati, jika harus memperkuat diri di kerapatan adat nagari, ini untuk memperkuat diri. Semua pengurus pamangku kepentingan harus menguasai/memahami ilmu tentang adat itu sendiri baik adat nan sabatang panjang maupun adat salingka nagari serta peraturan perundang undangan tentang adat.
“Organisasi yang kaku tidak bisa menyelesaikan masalah yang timbul di tengah Masyarakat khususnya terkait permasalahan tentang Adat. Sering terjadi permasalahan antara kerapatan adat nagari dengan pemerintah nagari, saya berharap pemerintah nagari dan kerapatan adat nagari ini saling bersinergi,” sebut Gusmal.
Pihaknya ingin mengingatkan, Sekarang kita berada pada zaman modernisasi. Bagaimana sekarang kita para pemangku adat  bisa mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan nya dalam hal yang positif.
“Untuk itu, marilah kita berdiskusi dan berdialog dalam rangka mencari solusi dari berbagai permasalahan yang terjadi di nagari dan menghasilkan solusi dan aturan yang akan kita bawa kepemerintahan,” tutur Gusmal (Jarbat)