Hadapi Pilkada 2020, Irfendi Arbi ‘Coki Ampek Nokang’

oleh -2.482 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Sebagai birokrat sekaligus politikus, Irfendi Arbi memang piawai memainkan irama politik. Saking ‘santiang’nya dia melakoni panggung politik, sampai detik ini belum terbertik kabar dengan siapa dia berpasangan maju pada Pilkada Limapuluh Kota yang akan digelar Desember 2020 mendatang.

Meski pun berusaha dikorek-korek dengan berbagai cara, Irfendi Arbi tak mau terpancing. Buktinya, sampai saat ini dia belum mau buka suara dengan partai apa dan siapa tokoh yang sudah ‘dipinang’ nya berjuang merebut kursi singgasana Bupati Limapuluh Kota untuk periode kedua kalinya.

“ Sabana keren Apak ko. Ampek nokang coki e..” ujar Miko Elfisha menulis di media sosial facebook mengomentari pemberitaan seputar Irfendi Arbi calon kuat Bupati Limapuluh Kota.

Seperti diberitakan sebelumnya, petahana Irfendi Arbi, sedang ‘galau’ menjatuhkan pilihan dengan siapa dia akan berpasangan maju sebagai calon Bupati Limapuluh Kota.

Mungkinkah Irfendi Arbi akan menjatuhkan pilihan kepada Safaruddin Datuak Bandaro, Darman Sahladi, seorang pengusaha atau salah satu dari kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) yang mulai melakukan komunikasi politik dengan Irfendi Arbi. Tidak ada yang tahu.    

ANTARA BENCI DAN RINDU

Sekadar diketahui, Irfendi Arbi memang dikenal sebagai bupati yang santun, sabar dan pandai membangun persahatan dengan semua kalangan.

Soal pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang dipimpinnya, meski ada riak-riak dengan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, namun tidak menggangu jalannya roda pemerintahan.

Buktinya, beberapa bulan jelang berakhirnya jabatan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan, pemerintahan Limapuluh Kota berjalan baik-baik saja dan bahkan berhasil mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut.

“ Ini fakta yang tidak bisa dibantah. Keberhasilan Pemkab Limapuluh Kota meraih WTP, tentunya berkat kerjasama yang telah dilakukan jajaran Pemkab Limapuluh Kota,” aku Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi menyatakan sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo, seluruh kepala daerah baik gubernur, bupati dan walikota diminta jangan duduk di belakang meja saja. Artinya, seorang kepala daerah harus sering turun ke bawah melihat dan mendengar aspirasi masyarakatnya.

“Bagaimana mungkin seorang kepala daerah bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di tengah masyarakatnya, jika dia hanya duduk dibelakang meja saja. Jadi, jika saya sering turun ke jorong dan nagari-nagari, itu bukanlah pencitraan. Tapi, tak lain, adalah dalam rangka ingin melihat apa yang sedang dirasakan dan dialami masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Artinya, kita harus melihat secara dekat, makan ndak masyarakat kita, sekolah ndak anak-anak kita. Bagaimana mungkin kita tahu kondisi masyarakat kita, jika kita tidak turun langsung melihat kondisinya. Makanya sering saya katakan, jika saya turun ke masyarakat itu bukanlah pencitraan, tetapi adalah amanah sebagai pemimpin yang harus saya lakukan, ” beber Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga menyinggung adanya persoalan politik yang sedang dibenturkan kepada dirinya. Namun dia mengaku tidak ambil pusing dengan kondisi politik yang sedang berkembang itu.

“Sejak dulu, saya sudah terbiasa dibenturkan dengan kepentingan-kepentingan politik. Walau pun saya tidak punya uang, tapi saya bersyukur telah diberi amanah. Mungkin amanah itu diberikan masyarakat, karena saya punya niat baik. Makanya, setelah diberi amanah, saya tidak ada punya pikiran macam-macam, kecuali bekerja untuk Kabupaten Limapuluh Kota lebih baik, maju dan masyarakatnya sejahtrera,” ujar Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi juga mengatakan bahwa, orang baik-baik banyak di kabupaten Limapuluh Kota. “Untuk itu saya himbau semua orang baik-baik, berkumpulah membangun Kabupaten Limapuluh Kota, karena ada orang zolim berniat untuk menghancurkan orang baik-baik yang berniat akan membangun Kabupaten Limapuluh Kota, “ ujar Irfendi Arbi. (ds)