Berita

Hari Jadi Provinsi SUMBAR, Pekan Kreatif Siswa SMA N 1 Harau Gelar Berbagai Kegiatan

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Memperingati hari jadi ke-77 tahun 2022 Provinsi Sumatera Barat, SMA N 1 Harau menggelar Pekan Kreatif Siswa yang melaksanakan sejumlah kegiatan perlombaan, tidak saja bagi siswa di Kabupaten Limapuluh Kota, kegiatan perlombaan juga diikuti siswa dari Kota Payakumbuh.

Kegiatan perlombaan yang digelar selama dua hari itu, (1) Tahfidz dua juz, (2) Alua pasambahan makan, (3) lomba pidato bahasa Arab serta (4) adzan dan khatib sholat jumat. Kegiatan yang digelar Senin-Selasa itu juga diikuti siswa perempuan, tercatat terdapat puluhan peserta dari keempat jenis kegiatan lomba yang digelar.

Kepala SMA N 1 Harau, Afrizal menyebutkan selain dalam rangka peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat ke-77, Pekan Kreatif Siswa juga merupakan implementasi kurikulum merdeka sebagai sekolah penggerak di Kabupaten Limapuluh Kota, yakni dengan melaksanakan project profil Pancasila dengan kegiatan kearifan lokal berupa kegiatan/lomba adat dan keagamaan.

” Iya, sekolah kita merupakan sekolah penggerak, jadi implementasi dari kurikulum merdeka itu kita laksanakan project profil Pancasila dengan kegiatan kearifan lokal berupa kegiatan/lomba adat dan keagamaan,” sebut Afrizal, Rabu 5 September 2022.

Afrizal juga menambahkan, kegiatan kearifan lokal yang digelar disekolah diantaranya lomba pasambahan makan, lomba adzan, lomba khotbah Jumat.

” Kita gelar kegiatan/lomba sesuai kearifan lokal untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dengan kegiatan-kegiatan seperti ini. Selain itu, Kegiatan yang kita gelar juga merupakan peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat.” Tutupnya.

Sementara Anggota Komite SMA N 1 Harau, Nasrul Rasyid berharap kegiatan yang digelar pihak sekolah bisa digelar secara berkesinambungan, sebab pendidikan agama dan adat perlu untuk memfilter dampak negatif globalisasi.

” Kita tentu berharap kegiatan positif seperti ini bisa dilakukan secara berkesinambungan, pendidikan agama dan adat perlu bagi generasi muda untuk memfilter dampak negatif globalisasi, selain itu agar Adat Basandi Syara-Syara Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak sekedar retorika saja,” ucapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota itu juga berharap generasi muda tidak kehilangan jati diri sebagai pemuda Islam dan Minangkabau.

” Kegiatan ini perlu terus dilakukan agar generasi muda kita tidak kehilangan jati diri sebagai pemuda Islam dan Minangkabau.” Tutupnya. (Edw).