Heboh, Desain Pendestrian Jam Gadang Mirip Mata Dajjal? Begini Tanggapan DPRD..

Bukittinggi,Dekadepos.com

Ketua DPRD Kota Bukittinggi,bersama Wakuil Ketua,H.Trismon dan para anggota DPRD serta didampingi Wakil Walikota H.Irwandi melakukan pengecekan langsung ke Pendestrian Jam Gadang terkait Beredarnya opini masyarakat dan netizen di sejumlah media sosial tentang desain Pendes trian Jam Gadang yang menyerupai mata dajjal .Pengecekan bersama itu dilakukan Rabu (3/10/2018)

Bacaan Lainnya

Dari pantauan dekadepos.com, sejak beberapa hari terakhir,memang dunia media sosial dihebohkan dengan beredarnya opini terkait desain pedestrian Jam Gadang Bukittinggi yang menyerupai mata dajjal. Bahkan desain itu, dibanding luruskan dengan desain objek wisata di Mamuju, Sulawesi, yang diibaratkan juga seperti mata dajjal.

Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial,didampingi Wakil Ketua DPRD, H. Tris mon ,anggota DPRD Asril, Rismaidi, Dedy Moeis, Hj. Aisyah, Arnis, Syafri Syam dan juga didampingi Sekwan,Hermansyah,Kabag Humas DPRD,Jondri dan Kasubag Hu mas dan Protokol.Ramon Arisa Putra.Pada saat yang bersamaan juga datang Wakil Walikotya H.Irwandi dan Kadis PU-PR,H.Oktavianus beserta Kabid Cipta Karya,Fauzan dan staf. turun ke proyek revitalisasi pedestrian Jam Gadang dalam rangka mencek ser ta mendorong progres pekerjaan Pendestrian Jam Gadang agar dapat selesai tepat waktu. Selain itu,segenap jajaran DPRD juga ingin memastikan serta klarifikasi terkait gambar perencanaan yang sedang viral itu.

“Kita ingin pekerjaan pedestrian Jam Gadang selesai sesuai target. Jangan sampai ada kendala yang menyebabkan pekerjaan tertunda dan melewati batas waktunya. Selain itu, kami pun ingin memastikan untuk meluruskan opini warga terkait kemiripan desain dengan mata dajjal itu. Ini juga akan dijelaskan dalam waktu dekat oleh SKPD terkait, makna dari desainn yang telah dibuat,” ujar Beny Yusrial.

Lebih lanjut Dikatakan,Beny Yusrial,setelah turun ke lokasi,dapat disampaikan, perencanaan pendestrian Jam Gadang,mengikuti kondisi lahan dan berpusat di Jam Gadang. Untuk itu,kita dari DPRD berharap, masyarakat dapat lebih arif menanggapi sesuatu. “Namanya musibah kapan dan dimana saja bisa terjadi, kalau sudah kehendak Allah. Jadi jangan dikait-kaitan dengan suatu hal yang bisa membuat kita jatuh kepada syirik,” himbauya.

Ketua DPRD Beny Yusrial beserta anggota DPRD lainnya tengah melihat gambar Pendestrian jam gadang yang tengah dikerjakan pada saat peninjauan lapang an,Rabu (3/10)

Wakil Ketua DPRD, H. Trismon, juga menyampaikan, bahwa kegiatan anggota dewan dalam turun ke lapangan ini,merupakan salah satu tugas dalam bidang pengawa san. “Setelah kita anggarkan tentu kita dari legislatif harus memantau pelaksanaan dari yang telah dianggarkan itu. Sehingga jangan sampai ada pekerjaan yang tidak selesai sampai batas waktu yang telah ditentukan,” ujar Trismon.

Sedangkan Ketua Komisi II DPRD Buikittinggi,Asril meminta kepada Pemko Bu kittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga untuk dapat memberi nama setiap item objek yang ada di areal Pendestrian Jam gadang.Sehingga dengan nama itu akan dapat menjelaskannya kepada masyarakat.ujar Asril.

Sementara itu,Wakil Walikota Bukittinggi,H.Irwandi,menjelaskan,saat ini progres pekerjaan pedestrian sudah mencapi 24%. Pihaknya juga terus mendorong agar peker jaan dapat selesai sesuai target, bahkan kalau bisa selesai sebelum target akhir Desem ber 2018.

“Banyak event yang akan dilaksanakan pada akhir tahun.Untuk itu kita minta per sonil ditambah dan percepatan pekerjaan dimaksimalkan.Karena pekerjaan sudah menggunakan sistem 2 shift,” jelas Irwandi.

Wakil Walikota juga menegaskan, gambar yang dibuat sesuai dengan perencana an pemerintah kota dan disesuaikan dengan struktur tanah di lokasi. Setiap perencaan tentu ada makna dan fungsinya.

“Tidak mungkin pemerintah kota membuat perencanaan untuk mengarah seperti opini yang berkembang. Selain itu, jangan melihat sesuatu itu dengan sudut pandang untuk memojokkan suatu pihak,” tegas Wakil Walikota H.Irwandi( Edis )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *