Heboh Penemuan Mayat Bayi di Pembuangan Sampah, Ditemukan Tanda Kekerasan di Leher

Bukittinggi,dekadepos.com

Seorang wanita muda berinisial “GD” (21 Tahun) bersama pacarnya “DS” (26 Tahun) diduga dengan teganya membuang hasil tali kasihnya berdua seorang bayi perempuan ke Lereng tempat pembuangan sampah di Jorong Caruak, Nagari Koto Tuo, Kec.IV Koto, Kab.Agam. Dan Bayi Perempuan tanpa dosa itu ditemukan pada Kamis (24/1) malam, sehingga dengan penemuan bayi itu membuat warga heboh.

Bacaan Lainnya

Informasi yang diperoleh Dekadepos menyebutkan,kalau pihak Polsek IV Koto mendapat laporan adanya penemuan jasat bayi perempuan di Lereng Pembuang an sampah di Jorong Caruak,nagari Koto Tuo,Kec.IV Koto. Dengan laporan itu petugas dari Polsek IV Koto langsung ke TKP,dan mengamankan bayi perempuan tanpa dosa itu untuk dilakukan penyelidikan tentang orang tua yang tega membuang bayinya itu. Kurang dari 24 jam pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus itu dan berhasil mengamankan sepasang kekasih yang diduga merupakan orang tua dari bayi malang itu.

Kapolres Bukittinggi melalui Kapolsek IV Koto,Iptu Edi Yunarsi, menjelaskan, setelah ada kasus penemuan bayi perempuan pada Kamis malam itu, jajarannya langsung melakukan penyelidikan. Alhasil dari hasil investigasi dan penyidikan itu, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka, “GD” (21 tahun) yang diduga ibu dari sang bayi dan “DS” (26 tahun) ayah dari bayi malang itu.

“Keduanya kita amankan Kamis malam itu juga, beberapa jam setelah penemuan bayi perempuan itu. Keduannya kita tangkap di dua lokasi berbeda. “GD”, si ibu bayi ditangkap di daerah Lubuk Buaya, Padang. Sedangkan “DS”, kita amankan di daerah Padang Luar, Agam,” ungkap Kapolsek.

Dikatakan,kasus ini terungkap setelah mendapat informasi dari beberapa saksi, yang menceritakan bahwa “GD” mengalami pendarahan pada Rabu (23/1) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Karena panik, ibu dari “GD” membawa anaknya ke RSAM Bukittinggi. Ketika dirawat di rumah sakit, Kakak ipar dari “GD”, datang untuk membezuk.

“Ketika itulah,Kakak ipar “GD” mengetahui dari dokter yang memeriksa “GD”, kalau pendarahan yang terjadi pada adiknya itu, merupakan efek setelah adanya proses persalinan. Sang kakak ipar langsung emosi dan menanyakan kepada “GD” dimana bayi yang ia lahirkan. Dan “GD” mengakui telah membuang bayinya di tempat pembu angan sampah,” jelas Kapolsek IV Koto.

Setelah mendapat pengakuan dari “GD”, pihak keluarga dibantu warga sekitar mencari bayi itu dan menemukannya di lokasi yang telah diakui “GD”, Kamis malam itu. “GD” diketahui melarikan diri ke Lubuk Buaya dan “DS” bersembunyi di daerah Padang Lua.

“Kuat dugaan bayi perempuan dengan berat 4,5 kg, panjang 45 cm dan tali pusar masih utuh sepanjang 5 cm itu, merupakan hasil hubungan gelap “GD” dan “DS”. Saat bayi ditemukan,ada tanda kekerasan di bagian leher sang bayi yang ditemukan dalam kondisi meninggal itu,” ungkap Kapolsek Edi Yunarsi.

Kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolsek IV Koto untuk proses lebih lanjut. Keduanya dikenakan pasal 340 KUHP.tambah Kapolsek.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tuo, Efendi DT. Pangeran, menyebutkan, pa sangan “GD” dan “DS” ini, diketahui belum menikah. Sehingga kuat dugaan bayi ma lang itu, merupakan hasil hubungan gelap mereka.

Bahkan dari Informasi yang didapat, mereka merupakan pasangan satu suku dan satu penghulu. Diduga kehamilan dari “GD” sebelumnya tidak diketahui pihak ke luarga. Sehingga diperkirakan,Rabu pagi, “GD” melahirkan anaknya seorang diri dan membuang bayi itu ke tempat pembuangan sampah, lalu pulang ke rumah. Setelah di rumah “GD” mengalami pendarahan dan dilarikan sang ibu ke RSAM. Disanalah cerita ini terungkap,tambah Wali Nagari Efendi Dt.Pangeran.( Edis)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *