Heboh Video Membagikan Zakat yang Dipolitisir, Begini Tanggapan Epyardi Asda

oleh -361 views

SOLOK, dekadepos.com

Terkait video membagikan zakat dari keluarga besar H. Epyardi Asda, M. Mar, yang sempat viral di medsos dan pemberitaan media cetak, online, dijawab  langsung secara tuntas oleh H. Epyardi Asda, M. Mar, saat menggelar jumpa Pers melalui vidio converence (Vidcom) dengan awak media dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Jum’at sore (1/5).

 

Pada acara vidio converence tersebut, H. Epyardi Asda menjelaskan dengan rinci, hingga membuat heboh warga karena video yang beredar ke masyarakat sengaja dipolitisi oleh beberapa orang oknum-oknum yang mungkin tidak suka kepada dirinya.

 

Menurut Epyardi Asda, kronologis video tersebut terjadi di Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok pada Kamis sore (30/4).

 

Tokoh nasional asal Nagari Singkarak Kabupaten Solok ini menyebutkan bahwa pembagian zakat keluarga dilakukan rutin setiap tahun dari Epyardi Asda dan keluarga. Tahun ini beliau akan membagikan zakat atau sembako sebanyak 40.000 hingga 50.000 paket sembako, kepada 74 Nagari yang tersebar di 14 kecamatan di bumi bareh Solok. 

 

Paket sembako juga akan disertai pembagian masker gratis dan penyemprotan ke rumah ibadah, rumah masyarakat dan kantor walinagari. Bahkan nilai keseluruhan berkisar hingga Rp5 Miliar.

Pembagian sembako ini rutin setiap tahun kami lakukan dan sudah berjalan hampir 15 tahun. Dan pembagian untuk tahun ini juga sudah direncanakan jauh-jauh hari bersama tim yang kami bentuk. Dan setiap nagari yang kami kunjungi, sebelumnya kami sudah meminta data orang miskin kepada walinagari untuk kami bantu. Bahkan beberapa bulan lalu, kami juga sudah mengundang pihak walinagari dan tokoh masyarakat datang kesini,” terang H. Epyardi Asda dengan jelas.

 

Tapi pihaknya sangat menyayangkan, pada hari ketiga pembagian zakat, setelah di Nagari Sumani, Tanjung Bingkuang dan Saok Laweh. Hari Kedua untuk seluruh Nagari di Kecamatan X Koto Sungai Lasi dan Hari ketiga untuk beberapa Nagari di Kecamatan Bukit Sundi dan Kecamatan Payung Sekaki. 

“Semua pembagian tersebut dikawal oleh pihak kepolisian seperti Kapolsek dan TNI juga hadir Danramil serta Walinagari. Kami hanya membagikan secara simbolis satu paket dan selanjutnya diurus oleh pemerintah nagari setempat,” sebut Epyardi Asda.

 

Bahkan di nagari Muara Panas, dibagikan 800 paket, namun atas permintaan pemerintah nagari saking banyaknya warga yang meminta, ditambah 200 paket lagi menjadi 1000 paket. Acara tersebut digelar dihalaman SD 10 Nagari Muaro Paneh di Jorong Koto Panjang itu, juga dihadiri perwakilan Ninik Mamak/Tokoh masyarakat. 

 

Selanjutnya tim bergerak ke Nagari Kinari, Bukik Tandang, Dilam, Parambahan dan terakhir ke Nagari Sirukam di Kecamatan Payung Sekaki.

 

Masalah timbul di Nagari Sirukam ini, dimana saat tim datang ke lokasi sekitar jam 15.00 Wib menuju kantor Walinagari, justru kondisi kantor kosong. Lalu tim menghubungi pemerintah nagari dan menyatakan acara dipindahkan. Selanjutnya tim menuju lokasi yang disebutkan walinagari. Namun H. Epyardi kaget, saat sampai di lokasi, sudah banyak petugas Satpol PP Kabupaten Solok dan juga anggota kepolisian berkumpul disana.

 

Kemudian H. Epyardi izin sebentar untuk shalat Ashar di masjid dekat lokasi. “Saat mau shalat itu, beberapa ibuk-ibuk datang  kepada saya sambil menangis dan mengatakan bahwa mereka diusir pihak Satpol PP dan warga tersebut meminta pembagian sembako tetap dilanjutkan. Lalu saya bertanya kepada petugas Satpol PP, siapa yang menyuruh datang. Apakah Bupati Gusmal yang menyuruh anda kesini atau siapa? Namun tak seorangpun yang mau menjawab,” beber H. Epyardi Asda.

 

Pihaknya juga tidak yakin Bupati Gusmal akan melakukan hal itu.

 

Dijelaskan Epyardi, seperti yang dikisahkan, bahwa kalau tetkait PSBB dan takut virus corona, pihaknya juga menyebutkan bahwa sebelum pembagian zakat, seluruh lokasi dilakukan penyemprot untuk mencegah infeksi virus corona agar tidak meluas yakni dengan cara penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, termasuk di kantor walinagari yang dikunjungi.

 

 

Masalah acara pembagian zakat juga tidak ada Satpol PP atau polisi yang membubarkan. “Itu hanya pemanis oleh media saja. Sedangkan mengenai tiga video yang beredar, sudah banyak yang dipotong dan tidak utuh. Kok orang mau berbagi dilakukan kayak itu. Emangnya kami ini teroris atau narkoba. Kok sebelum ini di nagari lain tidak begini?,” sebut Epyardi.

 

Pihaknya mengaku, sebelum pembagian, juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan nagari.

 

Terkait ada tidaknya acara tersebut ada pihak-pihak yang memplotisir, itu mungkin saja bisa terjadi. Tetapi Epyardi mengajak lakukanlah dengan cara yang benar. “Saya kesini tidak kampanye kok. Kalau mau kampanye, ngapain bagi-bagi sembako sekarang. Pemilu aja belum jelas kapan mau digelar. Ini acara rutin tahunan saya berbagi dengan masyarakat Kabupaten Solok yang sudah memilih saya tiga priode dan anak saya tetpilih kemaren untuk anggota DPR RI,” tutur Epyardi Asda.

 

Mengenai pihaknya dituding melanggar protap Covid-19, Epyardi Asda langsung menjelaskan bahwa, acara pembagian zakat yang dilakukannya sama sekali tidak ada melanggar karena pihaknya hanya menyerahkan secara simbolis satu paket saja dan itu tetap menjaga jarak dengan yang lain. 

Selebihnya paket yang diberikan, diserahkan kepada pihak walinagari untuk membagikannya. Dan dia tidak lama berada disuatu lokasi bersama tim dan selanjutnya menuju lokasi lain atau pulang ke rumah. 

 

“Jadi tidak ada yang mengumpulkan masa,. Kalau saya mengumpulkan orang, saya sendiri juga bisa kena corona. Teman saya saja menteri perhubungan dan Walikota Bogor aja kena,” sebutnya.

 

Dilain pihak Epyardi juga mengkritik Pemerintah Daerah, yang membiarkan ribuan orang berkumpul di pasar yang ada di Kabupaten Solok seperti di Sumani, pasar Minggu Guguak dan lainnya. ,”Lalu kenapa pihak Satpol PP tidak membubarkannya?,” tambah Ketua DPP Partai PAN ini.

 

 

Epyardi Asda meminta pihak-pihak yang ingin mempolitisir acara ini kembali berpikir bijak dan berbuat untuk rakyat. “Sekali lagi acara ini jangan di politisir  untuk Pilkada. Orang Pilkada saja masih jauh dan entah kapan akan digelar. Ini murni untuk membantu antar sesama,” ungkap H. Epyardi Asda.

Selain bahan Sembako, Epyardi Asda dan putri sulungnya Athari Ghauti Ardi, juga memberikan bantuan paket Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas Puskesmas Bukit Sundi. Selain itu, juga diserahkan bantuan Masker dan Hand Sanitizer serta Disinfektan kepada warga masyarakat setempat, dalam rangka ikut membantu program Percepatan Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah khususnya di Kabupaten Solok.

 

Epyardi Asda didampingi Athari Ghauti Ardi dan Ketua Panitia Acara penyerahan Sembako itu Yondri Samin, SH, MH kepada media ini mengatakan, bahwa penyerahan bantuan disesuaikan dengan pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yakni dengan cara menjaga jarak antara satu dengan yang lain dan seluruh peserta acara memakai Masker.

 

Epyardi Asda yang pernah menjadi Anggota DPR RI tiga periode ( 2004 – 2009) (2009 – 2014) dan (2014 – 2019) itu menyebutkan, hanya diberikan kepada 5 hingga 10 orang perwakilan warga saja di setiap nagari.

 

 

Sedangkan selebihnya bantuan berupa Sembako, Masker/Hand sanitizer dan Disinfektan itu diberikan langsung ke rumah rumah warga masyarakat penerima bantuan di Kanagarian oleh tim atau walinagari.

 

 

Dengan adanya penjelasan tersebut, Epyardi Asda berharap masyarakat bisa mengerti, meski lawan politik akan terus mengompor-ngompori hal ini. Sebab menurutnya politik itu adalah kepentingan.

 

 Sebagai seorang putra asli Kabupaten Solok, dirinya akan terus berbakti dan berkontribusi untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Solok kedepan. Bahkan untuk kelanjutan pembagian zakat, dirinya bersama tim akan berkoordinasi lagi betsama pihak keamanan dan Pemda. Sebab masih ada sekitar 50 Nagari lagi yang belum diserahkan.

    

 Secara politik, Epyardi Asda mengemukakan, dirinya ingin maju menjadi Bupati Solok pada Pilkada mendatang, karena ingin ‘mambangkik batang tarandam’ mengembalikan marwah Kabupaten Solok di Sumatera Barat dan juga ketingkat nasional.

 

Namun pihaknya tidak terlalu pusing dengan pemberitaan media yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan bahwa acara pemberian zakat tersebut dibubarkan Satpol PP, meski itu tidak ada.

 

Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin. SH, yang juga hadir pada acara tersebut, juga merasa heran dengan kehadiran Satpol PP dan pihak kepolisian. Namun Kabag Ops Polres Solok hanya menyarankan untuk jaga jarak dan pakai APD.

 

Terpisah, Gubernur Sumstera Barat, Irwan Prayitno, meminta semua pihak untuk mematuhi aturan PSBB di Sumbar, termasuk pejabat, aparat dan rakyat.

 

“Semoga apa yang sudah kita buat kita sepakati untuk kita tegakan,” sebut Irwan Prayitno. (wandy)