Hidup Tanpa Bapak, Jalani Kehidupan Malam di Jalanan

oleh -808 views

Nestapa Anak Dibawah Umur Kepergok Mesum di Padang
Hidup Tanpa Bapak, Jalani Kehidupan Malam di Jalanan

Padang, dekadepos.com

Dibalik pengerebekan anak dibawah umur yang kepergok berbuat mesum di Kawasan RTH Iman Bonjol Kota Padang terbalut cerita sedih.

Pasalnya, wanita dibawah umur berinisal SV (14) yang berperawakan hitam manis itu sering menjalani kehidupan malam dijalanan.

Hal itu semata dilakukan untuk mencari kebahagian, sebab, ia mengaku tak betah berada dirumah.

Begitulah cerita SV saat menjalani pemeriksaaan di Aula Satpol PP Kota Padang, pada Rabu (21/4).

Dari ceritanya terungkap SV ini merupakan korban dari gagalnya sebuah rumah tangga atau yang biasa disebut Broken Home. Sehingga anak berumur belasan tahun itu harus terbentur dan menjalani kehidupan malam di jalanan.

Pengakuannya, selama ini dirinya hanya tinggal bersama orang tua perempuannya tanpa ada sosok seorang bapak, karena kedua orang tuanya telah berpisah.

Sejak itu SV mengaku tak betah berada dirumah, dirinya justru sering minta izin tidur ketempat neneknya.

Namun, saat berada dirumah nenek, dia pun berkilah mau bermalam dirumah orang tuanya.

Siapa sangka ia malah pergi keluyuran, datang ke RTH Imam untuk bermalam dan berkumpul bersama teman-temannya yang lain, yang tentu bercampur laki laki dan perempuan.

Disanalah ia kepergok warga sedang berbuat layaknya pasangan suami istri bersama teman kencannya AR (16). Dimana sebelum diamankan petugas, mereka telah bertemu pada siang harinya dan sepakat bermalam disana yang berujung diamankan ke Mako Satpol PP Padang.

Mendengar cerita anak tersebut, terlihat raut sedih Kasatpol PP Padang, Mursalim melihat seorang anak akibat dari salahnya pembinaan dalam rumah tangga, sehingga mereka harus mencari kebahagian diluar rumah, yang tak semestinya dilakukan, ia menyimpang dari norma-norma kehidupan serta agama.

Tentu saja ini juga akan merusak harga dirinya serta masa depannya kelak. “Saya seperti melihat anak sendiri,” Ungkap Mursalim sambil meneteskan air mata.

Menurut Mursalim, perbuatan asusila ini mungkin tidak akan terjadi, sekiranya dari awal para orang tua bisa lebih peka terhadap pertumbuhan dan kebutuhan si anak.

“Inilah akibatnya jika para orang tua abai dan tidak peduli terhadap perubahan anak, ia belum sepatutnya kehilangan harga diri dan tidak gadis lagi bahkan ia terjerumus ke hal yang tidak baik,” sebutnya.

Ia berharap, kepada setiap orang tua  bila ada permasalahan dalam rumah tangga, tidak perlu sampai anak-anak kita harus ikut serta pula, sehingga membuat mereka harus pergi meninggalkan rumah.

Tentu dengan kejadian tersebut yang rugi kita sebagai orang tua, yang telah gagal dalam memberikan pembinaan kepada anak dan gagal dalam menjaga amanah dari sang pencipta, karena anak adalah titip dari Allah yang harus kita jaga sebaik mungkin dengan penuh kasih sayang.

“Seusia itu, mereka sedang butuh-butuhnya kasih sayang, dan perlu diberikan rasa aman dan tentram. Ini bukan masalah materi, tapi lebih kepada perasaan,”Tutup Mantan Kepala Dinas Pemuda olahraga ini.(rdo/rel)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.