HUT Lalulintas Ke-66, Ini Yang Dilakukan SATLANTAS Polres 50 Kota

oleh -449 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Kebutuhan Darah di Luak Limapuluh (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limopuluh Kota) tiap harinya terbilang tinggi, bahkan mencapai 35 Kantong perharinya. Membantu meringankan beban pasien/maupun pihak keluarga dalam memenuhi darah tersebut, Satuan Lalulintas (SATLANTAS) Polres Limapuluh Kota melakukan Aksi Donor Darah.

Kegiatan tersebut digelar di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, Selasa pagi 21 September 2021. Selain diikuti Puluhan Personil Kopel Putih/SATLANTAS, juga ikut langsung Kasat Lantas, IPTU. Dian Jumes serta sejumlah perwira. Aksi Sosial dalam HUT ke-66 Lalulintas itu menargetkan puluhan kantong darah.

” Iya, kita sengaja menggelar Aksi Donor darah dalam Hut ke-66 Lalulintas. Sebab kita tahu dan sadar bahwa kebutuhan darah di daerah kita terbilang tinggi tiap harinya, apalagi pihak keluarga/pasien cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan darah keluarga mereka yang sakit/dirawat di berbagai sarana kesehatan.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Trisno Eko Santoso melalui Kasat Lantas, IPTU. Dian Jumes didampingi KBO. IPDA. Marva Erikson dan Kanit Dikyasa, Ipda M.Irzal.

Kasat Lantas juga menambahkan, dari kegiatan yang dilaksanakan tersebut berhasil terkumpul puluhan kantong darah. Sementara beberapa orang diantaranya tidak bisa mengikuti donor karena tidak lolos dari hasil pemeriksaan.

” Mudah-mudahan setetes darah yang kita berikan dapat bermanfaat dan menyelamatkan banyak nyawa”. Tutupnya.

Sementara Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh, dr. Junaidi membenarkan bahwa kebutuhan darah di rumah sakit, klinik dan berbagai sarana kesehatan lainnya yang ada di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota terbilang tinggi tiap harinya, bahkan mencapai 30 hingga 35 Kantong. Meski begitu untuk kebutuhan darah awal (kantong pertama.red) selalu bisa dipenuhi di UTD RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh.

” Kebutuhan darah di rumah sakit, klinik dan berbagai sarana kesehatan yang ada di dua daerah ini (Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) terbilang tinggi, sehingga bisa dikatakan kita selalu kekurangan, namun hal itu bisa dipenuhi oleh keluarga pasien.” Sebut dr. Junaidi.

Ia juga menambahkan, untuk kebutuhan darah yang didominasi oleh mereka yang melahirkan pihak UTD RSUD selalu bisa memenuhi kebutuhan 1 kantong awal, dan untuk kantong berikutnya pihak UTD meminta donor pengganti dari pihak keluarga/pasien.

” Untuk pasien yang membutuhkan darah, langsung kita berikan kantong pertama. Namun untuk selanjutnya kita minta keluarga pasien untuk mencari, sebab kebutuhan darah kita terbilang masih kurang.” Tutupnya. (Edw).

No More Posts Available.

No more pages to load.