Ibu Tiri Siksa Bocah Perempuan dengan Cara Ditampar dan Disabet Ikat Pinggang Akhirnya Ditangkap

oleh -309 views
ilustrasi (foto: net)

Peristiwa,dekadepos.com

RH (45) Pelaku pemukulan terhadap anak tirinya berinisial GS (7), yang kini videonya viral di media sosial akhirnya ditangkap polisi.

Aksi penyiksaan terhadap anak tirinya itu terjadi di di Pasar I A Kelurahan Perdagangan I Bandar Kabupaten Simalungun, pada Kamis (13/2/2020).

Informasi dirangkum, Ia tersulut emosi karena GS terus membandel dan langsung memukuli korban pakai tangan dan tali pinggang. Pasca peristiwa penganiayaan itu, GS mengalami memar pada bagian kaki, punggung dan kepala.

Video aksi pemukulan pelaku juga tersebar luas di media sosial ,dalam video tersebut terlihat RH yang memakai baju berwarna biru tampak kesal dan beberapa kali menampar anak kecil yang berada di hadapannya.

Tak hanya itu, RH juga menyabet pinggang anak kecil berjenis kelamin perempuan itu dengan menggunakan ikat pinggang.Setelah mendapat perlakuan kekerasan itu, sang korban terlihat tak berhenti menangis.Video ini mendapat perhatian dari para netizen.

Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan peristiwa penganiayaan ini dilaporkan oleh kakek korban GS.

Berdasarkan data kepolisian setempat, laporan kakek GS bernomor LP/66/II/2020/SU/Simal masuk pada tanggal 16 Februari 2020.

Atas laporan tersebut, polisi memeriksa sejumlah orang, termasuk suami RH yang berinisial HS.

Menurutnya, Video itu direkam teman korban. Melihat pelaku memukul korban lalu divideokan secara amati lalu divideokan dan diviralkan ke medsos.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Simalungun AKP M Agustiawan mengatakan penangkapan RH sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil pemeriksaan dan bukti yang ada.

Dari penangkapan, pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa satu tali pinggang warna hitam, satu helai hijau muda, dan celana pendek warna kuning.

Setelah melakukan pemeriksaan visum dan mengumpulkan beberapa bukti kuat, polisi menetapkan RH sebagai tersangka.

“RH ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Simalungun karena melanggar Pasal 44 ayat 1 UU RI No 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ruang lingkup rumah tangga,” katanya.RH terancam penjara 5 tahun.(*)