Incar Pasangan ABG Mojok Ditempat Sepi, Tiga Bersaudara di Riau Lakukan Pemerasan

Riau, dekadepos.com

Setelah mengincar pasangan ABG yang sedang berduaan di tempat sepi, Tiga Bersaudara bernisial Jh (24), Slh (22), dan Jsh (16) melancarkan aksinya untuk melakukan pemerasan.

Parahnya, ketiga pelaku juga mengancam korban menggunakan senjata tajam, kemudian mengambil barang berharga milik korban, seperti handphone, jam tangan, dan uang tunai.

Bahkan pelaku, juga memaksa pasangan muda itu untuk melakukan adegan mesum yang kemudian direkam dengan handphone milik korban dan disebarkan di media sosial.

Akibat ulahnya ketiga pelaku ditangkap aparat kepolisian Subdit III Reserse Kriminal Umum Polda Riau.
Dari tiga pelaku diamankan barang bukti berupa 1 buah jam tangan, 1 unit handphone, sehelai jaket warna hitam, 1 set kail pancing, 2 buah topi,
l2 pasang sendal, sebilah parang, sepotong kayu, serta 1 unit sepeda motor.

Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, berdasarkan hasil introgasi yang dilakukan petugas, pelaku sudah beraksi sebanyak 4 kali.

“Adapun modusnya, para pelaku mengincar korban, yang merupakan pasangan muda yang mojok di tempat sepi dan gelap,” ujarnya Kamis (5/3).

Dikatakan, salah satu korban mereka yakni pasangan muda-mudi A dan RL, dimana pada Kamis (13/2) lalu kedua korban pergi ke jalan Labersa dan berhenti mojok berpacaran di dekat semak-semak.

Sekira pukul 21.00 Wib, kemudian ketiga pelaku datang dan menuduh pasangan tersebut melakukan perbuatan mesum.

“Menggunakan senjata tajam para pelaku mengancam dan mengambil barang-barang milik korban. Selain itu, korban perempuan juga dicabuli pelaku untuk memuaskan nafsunya,”tambahnya.

Dari hasil pengembangan bahwa pelaku juga telah melakukan tindakan yang sama sebelumnya beberapa kali, di lokasi yang sama juga.

Ketiga pelaku disangkakan pasal 289 KUHP, 365 KUHP, 170 KUHP, serta pasal 45 ayat 1 junto pasal 27 ayat 1, Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda 1 miliar. (rmp)