Irwandi: Manfaatkan Alokasi Dana Desa Sesuai Aturan

oleh -46 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com- 

Sebanyak 51 nagari dari 79 nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota penerima alokasi dana desa (ADD) sudah cair. Sehingga nagari bersangkutan sudah dapat melaksanakan kegiatan menggunakan dana tersebut, sementara untuk 28 nagari lain diharapkan segera menyusul. Sejak Januari lalu sudah Rp79 Miliar anggaran dana desa (ADD) yang telah dicairkan.

Kepala Badan Keuangan Limapuluh Kota, Irwandi, yang dihubungi dikantornya mengatakan, dari 51 nagari yang telah cair dana desanya itu, tercepat Kecamatan Harau.  Untuk Kecamatan Harau, hanya menyisakan satu nagari yang belum mencairkan ADD nya yakni, Nagari Gurun. Sedangkan perdana cair adalah nagari induk Harau.

“Dana desa yang telah cair lebih dahulu karena persyaratan yang dibutuhkan telah lengkap. Nagari yang telah memenuhi syarat ini, dana desanya sudah cair dan bisa digunakan. Untuk nagari lain yang sedang melengkapi persyaratan, dana desanya juga sedang dalam proses pencairan,”tutur Irwandi.

Dikatakan Irwandi, secara keseluruhan yang diterima nagari tahun 2020 merupakan dana biaya tidak langsung mencapai Rp256,9 Miliar lebih, dana bagi hasil pajak daerah mencapai Rp3,7. Selain itu ada bagi hasil retribusi daerah sebesar Rp579,2 juta lebih. Sedangkan dana desa APBN mencapai Rp78,4 Miliar lebih.

Terkait penggunaan dana tersebut disebutkan Irwandi, sudah ada mekanismenya, harus disesuaikan dengan aturan berlaku yang sudah diketahui wali nagari, baik petunjuk pelaksanaan maupun petunjuk teknis.

Tahun 2020 pagu anggaran dana desa/nagari Limapuluh Kota, tergantung luas daerah dan besarnya jumlah penduduk di masing masing nagari dan kondisi gegrafis.

Irwandi mengimbau pada wali nagari yang akan melaksanakan kegiatan pembangunan di nagari perlu mengikuti aturan yang berlaku.

“Kia harapkan wali nagari berpedoman kepada aturan yang berlaku, supaya mudah dalam pertanggung jawabannya nanti. Sehingga aman dan jauh dari masalah,” pungkas Irwandi. (edw)