Jalan Jorong Lubuak Nago Terputus

oleh -1.332 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com

Kekhawatiran masyarakat Kecamatan Pangkalan akan munculnya bencana alam banjir yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, mulai menghantui warga yang berada di perlintasan jalan negara Sumbar-Riau itu.

Pasalnya, sejak beberapa hari belakangan daerah ini tak henti-hentinya diguyur hujan, banjir mulai merendam jalan, persawahan dan rumah penduduk setempat.

Walinagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota, Rifdal Laksamano yang dihubungi secara terpisah dengan Sekretaris Nagari, Hari Mandala, mengungkapkan bahwa, akibat tingginya curah hujan yang melanda Kecamatan Pangkalan Kotobaru, sejumlah jorong yang ada di nagari penghasil gambir dan karet terbesar di Kabupaten Limapuluh Kota itu mulai terendam banjir.

“ Saat ini beberapa ruas jalan sudah tidak bisa dilewati. Banjir paling parah mulai melanda Jorong Lubuak Nago. Buktinya, jalan menuju daerah ini sudah terputus dan tidak bisa dilewati akibat terendam air yang cukup tinggi,” ungkap Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano yang dihubungi secara terpisah dengan Sekretaris Nagari, Hari Mandala.

Dikatakan, saat ini akses transportasi menuju Jorong Lubuak Nago sudah terputus dan genangan air semakin meninggi. “Apabila curah hujan tidak juga berhenti, kekhawatiran warga banjir bandang bakal meluluhlantakan kehidupan warga Jorong Lubuak Nago ini,” sebut Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano senada dengan Sekretaris Nagari, Hari Mandala.

Diakui Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano dan Sekretaris Nagari, Hari Mandala, kekhawatiran warga apabila curah hujan tidak juga berhenti, ancaman banjir besar yang pernah melanda Kecamatan Pangkalan beberapa tahun lalu dikhawatirkan bakal terulang lagi.

“ Warga Nagari Pangkalan berharap kepada pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengendalikan pintu waduk PLTA Koto Panjang agar debit air yang semakin meninggi dapat dikendalikan,” pungkas Walinagari Pangkalan, Rifdal Laksamano. (edw)