Jasmi Muhktar: Pacu Itik, Tradisi Anak Nagari yang Harus Dilestarikan

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Pacu itik, adalah salah satu seni tradisi anak nagari yang hanya ada di Luak Limopuluah (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, red). Tradisi unik yang tak ada duanya di bumi nusantara ini, menjadi salah satu kekayaan seni budaya daerah yang harus dipertahankan dan dilestarikan.

Tidak ada yang tahu, kapan permainan anak nagari pacu itik itu diperkenalkan ke tengah masyarakat. Yang jelas, sampai saat ini, seni tradisi anak nagari pacu itik tersebut telah masuk kalender wisata dan setiap tahun menjelang bulan Agusutus iven pacu itik ini digelar di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Salah seorang perantau asal Kelurahan Tanjung Pauh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh yang sudah lama bermukim di Kota Pekanbaru, Riau, Jasmi Muhktar, mengharapkan agar seni tradisi anak nagari yang kaya akan nilai dan makna ini mampu dilestarikan.

” Masyarakat Luak Limopuluah harus tetap melestarikan seni tradisi pacu itik yang terkenal unik ini,”  ujar Jasmi Mukhtar ketika bersilaturahmi dengan masyarakat Jorong Tanjung Haro Selatan, nagari Sikabu-kabu Tanjungharo Padangpanjang belum lama ini.

Menurut perantau sukses yang memberanikan diri terjun ke panggung politik dan mencalonkan diri untuk bakal calon anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat daerah pemilihan Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota itu, jika seni tradisi atau permainan anak nagari pacu itik ini dikemas menjadi sebuah iven bergengsi, dipastikan akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat dan daerah.

“ Mata dunia sudah mengetahui bahwa tradisi pacu itik merupakan seni budaya masyarakat Luak Limopuluah yang sudah masuk agenda pariwisata. Keunikan pacu itik ini terletak pada tempat penyelenggaraannya yakni memanfaatkan jalan raya sebagai arena atau gelanggangnya.  Itik-itik yang sudah dilatih diterbangkan ke udara dengan jarak terbang yang telah ditentukan atau ada kelasnya, seperti  kelas  500 meter, kelas 1.000 meter, dan sampai kelas bergengsi jarak 1600 meter atau disebut kelas boko,” ujar Jasmi Mukhtar.

Ketika berkenan menjadi sponsor utama  menyumbangkan hadiah utama bintang emas untuk dua kelas boko pada iven pacu tik yang akan digelar di gelanggang Padang Laweh, Jorong Tanjung Haro Selatan pada tanggal 4-5 Agustus 2018 mendatang, Jasmi Muhktar berharap agar iven pacu itik yang sudah menjadi agenda wisata di Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Limapuluh Kota itu, mendapat dukungan semua pihak termasuk para pemerintah daerah karena seni tradisi pacu itik ini akan mampu meningkatkan pariwisata dan seni trasi ini akan mampu memperkenalkan daerah kita ke mata dunia. (edw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *